Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banjir Lagi, Bagaimana Nasib Properti di Jakarta?

Banjir yang melanda Jakarta berpotensi membuat harga hunian mengalami koreksi, khususnya yang terletak di lokasi langganan banjir.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  14:51 WIB
Kendaraan melintasi banjir yang menggenangi di Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Hujan deras sejak Senin dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir. ANTARA FOTO/Galih Pradipta - foc.
Kendaraan melintasi banjir yang menggenangi di Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Hujan deras sejak Senin dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir. ANTARA FOTO/Galih Pradipta - foc.

Bisnis.com, JAKARTA - Banjir yang kembali melanda Jakarta berujung pada potensi penurunan harga properti khususnya pada subsektor residensial.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong menyatakan bahwa Jakarta atau daerah lain yang terkena banjir pasti berdampak pada terkoreksinya harga hunian.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Lukas menyatakan saat banjir melanda sejumlah kawasan khususnya Jakarta pada awal tahun ini turut berimbas pada turunnya harga properti.

"Ya, daerah yang sepanjang 2020 ini terendam banjir sampai berkali-kali pastinya akan ada koreksi [harganya]," ujar Lukas, Selasa (25/2/2020).

Meskipun demikian, Lukas belum dapat memastikan sampai sejauh mana para pengembang mengoreksi harga hunian tersebut. Pasalnya, pihaknya belum memegang data yang riil.

Adapun, wilayah yang pasti mengalami penurunan harga adalah perumahan di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang sering terendam banjir saat curah hujan tinggi.

"Belum terlihat [berapa persen penurunan], tapi pastinya akan lebih susah jual jika tidak ada koreksi harga," ucapnya.

Di saat kondisi seperti saat ini, Lukas mengaku strategi pemasaran yang disusun para pengembang adalah mau tidak mau mengalihkan sementara penjualan ke sektor apartemen.

Di sisi lain, dia juga mengaku bahwa kegiatan penjualan properti di awal semester tahun ini belum menunjukkan tanda-tanda yang signifikan.

"Belum menggembirakan, beberapa pengembang juga sedang mengambil ancang-ancang untuk melakukan peluncuran," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengaku bahwa pembangunan properti bukan salah satu penyebab banjir.

"Secara umum tidak benarlah [banjir] kalau karena pembangunan properti," katanya.

Junaidi juga memahami bahwa intensitas hujan masih tinggi dan hampir merata diseluruh wilayah di Indonesia sehingga mengakibatkan banjir di kawasan tertentu termasuk di Jakarta.

Dia juga belum mendengar adanya penyesuaian atau penurunan harga dari para pengembang akibat banjir yang melanda. Dia memasikan hal itu tidak sampai mengganggu dan berdampak yang signifikan terhadap sektor properti sehingga tak sampai mengoreksi harga jual. Menurutnya, hingga saat ini proses penjualan properti masih berjalan seperti biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti banjir arebi
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top