Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kartu Prakerja Bukan Hanya untuk Pengangguran, Lantas Buat Siapa?

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan program tersebut tidak hanya difokuskan kepada golongan tertentu.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  13:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah berencana untuk memulai program Kartu Prakerja pada April 2020 dengan target pengguna sebanyak 2 juta calon pekerja.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan program tersebut tidak hanya difokuskan kepada golongan tertentu.

"Kartu Prakerja bukan untuk pengangguran saja, tetapi diutamakan kepada orang yang belum pernah bekerja," katanya Seminar Publik Forum Kebijakan Ketenagakerjaan di gedung CSIS, Selasa (18/2/2020).

Dia menuturkan situasi paling sulit justru dirasakan oleh orang-orang yang ingin masuk kerja untuk pertama kali dalam hidupnya. Pasalnya, lebih berat menganggur setelah menyelesaikan pendidikan dibandingkan saat kuliah atau sekolah.

Karena itu, Rudy mengatakan program utama Kartu Prakerja memberikan kursus singkat (training) kepada para pencari kerja agar bisa mendapat kemampuan baru (new skill) dalam satu bidang atau untuk menjadi wirausaha.

Selain itu, pemerintah juga memberikan layanan kepada para pekerja yang baru saja di PHK atau yang ingin mencari pekerjaan baru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

"Kalau untuk pekerja lama, tujuannya untuk re-skilling [meningkatkan kemampuan] atau jika mau banting stir berwirausaha," imbuhnya.

Rudy mengungkapkan pemerintah membuka peluang masyarakat umum yang belum memiliki pekerjaan atau pengalaman kerja untuk mendaftarkan diri.

Nantinya, lanjut dia, akan ada proses seleksi yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga pemberi kursus atau balai latihan kerja (BLK). Program Kartu Prakerja juga akan diterapkan secara luas di seluruh Indonesia.

"Ada orang yang gak beruntung dapat pekerjaan. Nah, kalau itu yang dihadapi mereka, kami bisa bantu. Pemerintah enggak lihat lulusan universitas top atau tidak," imbuhnya.

Sementara itu, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni P. Purbasari mengatakan dari 7 juta penduduk Indonesia yang menganggur, sebanyak 3,7 juta atau 52% di antaranya berusia 18-24 tahun.

Dia menuturkan sebagian besar masuk kategori pengangguran muda. Sebanyak 61% laki-laki dan 64% tinggal di perkotaan. Di sisi lain, 78% berpendidikan SMA ke atas, 90% tidak pernah ikut pelatihan bersetifikasi, dan 3% menganggur karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"30% di antara mereka tidak pernah merasakan bangku pendidikan, tidak pernah mendapat pelatihan, dan menganggur [not in education, employment, or training/NEET]," ujarnya.

Menurutnya, fungsi Kartu Prakerja bukan menggantikan pendidikan formal atau vokasi, tetapi memberikan pelatihan tambahan (additional training) kepada calon pencari kerja.

Pelatihan tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan teknis agar pencari kerja dapat beradaptasi dengan kebutuhan perusahaan.

"Saya percaya program ini dapat mengatasi permasalahan skill gap, skill shortage, skill mismatch, dan job mismatch," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengangguran lapangan kerja
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top