Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Ancam Bisnis Kapal Pesiar

Amerika Serikat (AS) mulai hari ini, Senin (17/2/2020), mengevakuasi warganya dari kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  10:45 WIB
Ilustrasi - Kapal pesiar World Dream berada di Terminal Kapal Pesiar Tak Kai di Hong Kong, China, pada hari Rabu, 5 Februari 2020. Otoritas Hong Kong memantau 3.600 penumpang dan anggota kru yang dikarantina di kapal pesiar World Dream setelah tiga pelancong sebelumnya didiagnosis dengan coronavirus novel atau virus corona. - Bloomberg
Ilustrasi - Kapal pesiar World Dream berada di Terminal Kapal Pesiar Tak Kai di Hong Kong, China, pada hari Rabu, 5 Februari 2020. Otoritas Hong Kong memantau 3.600 penumpang dan anggota kru yang dikarantina di kapal pesiar World Dream setelah tiga pelancong sebelumnya didiagnosis dengan coronavirus novel atau virus corona. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 3.000 pelancong pengguna dua kapal pesiar yang terpapar virus corona dan kembali negara asalnya setelah berlayar lebih dari 40 negara, telah memicu kekhawatiran penularan lebih lanjut dari virus mematikan itu selain mengancam bisnis kapal pesiar.

Amerika Serikat (AS) mulai hari  ini, Senin (17/2/2020), mengevakuasi warganya dari kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang, tempat 70 kasus baru virus dikonfirmasi pada akhir pekan. Sedangkan Kanada, Hong Kong dan negara-negara lain juga merencanakan evakuasi serupa atas ratusan warganya.

Pada Sabtu (15/2/2020), seorang wanita AS berusia 83 tahun dinyatakan positif di Malaysia, sehari setelah dia dan lebih dari 2.200 lainnya dibebaskan untuk meninggalkan kapal pesiar Westerdam di Kamboja.

Kapal itu tiba di sana setelah ditolak oleh lima pelabuhan lainnya.

"Wanita ini berada di kapal dan terinfeksi selama beberapa hari. Dia berpotensi mengekspos orang lain di kapal yang sekarang sudah pulang," kata Stanley Deresinski, seorang profesor Universitas Stanford dan spesialis penyakit menular di rumah sakit universitas tersebut seperti dikuip Bloomberg.com, Senin (17/2/2020).

Ada kemungkinan siapa pun yang terinfeksi meski tanpa gejala dapat memicu rantai infeksi kemanapun mereka kembali, katanya.

Kekhawatiran itu telah mendorong semakin banyak negara Asia untuk memblokir kapal mewah dari pelabuhan mereka. Kondisi itu  mengancam pendapatan perusahaan kapal pesira mewah seperti Karnaval dan Royal Caribbean Cruises Ltd.

"Kapal pesiar sangat berisiko tinggi untuk penularan penyakit," kata Jean-Paul Rodrigue, seorang profesor geografi transportasi di Universitas Hofstra di New York.

Dia menambahkan bahwa orang-orang bergerak di mana-mana, menggunakan koridor yang sama, menyentuh pegangan dan pagar yang sama sehingga sangat mudah untuk terpapar.

Kapal Westerdam menghabiskan dua minggu dalam ketidakpastia sebelum Kamboja mengizinkan kapal untuk berlabuh pada 13 Februari lalu.

Penumpang diizinkan pergi keesokan harinya tanpa karantina, dan wanita Amerika itu kemudian pergi ke Kuala Lumpur untuk mencari penerbangan kembali ke AS.

Malaysia sejak itu mengatakan tidak akan mengizinkan warga asing dari kapal Westerdam transit di negaranya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona kapal pesiar
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top