Efisienkan Biaya Logistik, Indonesia Butuh Jalur Khusus ke Pelabuhan

Pakar Kemaritiman Institut Sepuluh Nopember (ITS) Raja Oloan Saut Gurning mengatakan akses pelabuhan merupakan salah satu faktor penting.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  22:46 WIB
Efisienkan Biaya Logistik, Indonesia Butuh Jalur Khusus ke Pelabuhan
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Akses ke pelabuhan ekspor dan impor di Indonesia masih sangat terbatas, karena tidak ada jalur yang didedikasikan khusus mengakses pelabuhan.

Pakar Kemaritiman Institut Sepuluh Nopember (ITS) Raja Oloan Saut Gurning mengatakan akses pelabuhan merupakan salah satu faktor penting baik mengurangi waktu tunggu kapal atas barang hingga potensi biaya logistik ke tangan penerima barang akhir.

Menurutnya, akses yang tidak lancar atau termasuk kualitasnya yang yang buruk dalam banyak kasus empiris menimbulkan biaya angkut yang menaik hingga menimbulkan kondisi kemacetan yang memperburuk kualitas kelancaran arus barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan.

"Intinya dari semua aplikasi ketersediaan aksesibilitas dari dan ke pelabuhan di Indonesia nampak tidak bertumbuh dengan progresif karena memang skala komersialisasinya tidak dapat sepenuhnya terpenuhi dengan beban ongkos yang harus ditanggung dalam jangka panjang," paparnya, saat dihubungi Bisnis, Rabu (12/2/2020).

Dia mencontohkan akses darat di dekat Pelabuhan atau terminal kontainer ekspor dan impor di Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Soekarno-Hatta Makassar sudah tersedia jalur tol yang mendukung akses angkutan darat dari dan ke pelabuhan. Namun, sayangnya akses khusus ke pelabuhan masih terbatas walaupun pemerintah sudah ada usaha ke arah sana.

"Kondisi aksesibilitas dari dan ke pelabuhan masih terintegrasi dengan angkutan umum di sekitar pelabuhan, sehingga kemungkinan kemacetan sering terjadi, khususnya di waktu-waktu sibuk kedatangan barang lewat angkutan truk yang lalu lalang dan berjuang mendapatkan ritasi yang rasional setiap harinya," jelasnya.

Di sisi lain, berbagai kota besar sekitar pelabuhan utama ekspor-impor Indonesia kerap membatasi waktu mobilisasi pergerakan barang ke dan dari pelabuhan yang terus menggerus efisiensi biaya dan waktu angkutan barang lewat jalur darat.

Dia menilai perluasan akses jalan termasuk penyediaan akses khusus ke pelabuhan non jalan tol khusus semakin sulit karena tata ruang kota sekitar pelabuhan besar terbatas dan dapat menimbulkan efek lain jika dipaksakan penyediannya.

"Di Indonesia kondisi akses dari dan ke pelabuhan bila dibandingkan dengan negara tetangga memang masih relatif terbatas, walau sudah menunjukkan peningkatan," jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, logistik

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top