Ciputra Beach Resort di Bali Tebar Potensi Investasi Menguntungkan

Proyek Ciputra Beach Resort yang dikembangkan Ciputra di Bali pada 2019 lalu mencatat kenaikan penjualan cukup signifikan, sesuai dengan target.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  20:58 WIB
Ciputra Beach Resort di Bali Tebar Potensi Investasi Menguntungkan
Ciputra Beach Resort di Tabanan, Bali. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek Ciputra Beach Resort yang dikembangkan Ciputra di Bali pada 2019 lalu mencatat kenaikan penjualan cukup signifikan, sesuai dengan target.

Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra, menuturkan kesuksesan ini disebabkan Bali memang memiliki potensi yang jarang ditemukan di daerah lain.

Pada akhir tahun lalu, tepatnya pada musim libur panjang Natal dan Tahun baru, adalah masa yang memberikan kontribusi penjualan yang sangat tinggi. Banyaknya turis lokal yang datang ke Bali ternyata tidak hanya untuk liburan, tapi juga untuk mencari produk properti yang menjanjikan.

Hal ini dimanfaatkan oleh Ciputra Group untuk memasarkan produknya. “Seperti tahun-tahun sebelum, strategi pemasaran jelang liburan akhir tahun ini sangat efektif. Kita menawarkan produk Ciputra Beach Resort di kawasan potensial yang didatangi wisatawan lokal. Terbukti mereka berlibur dan juga mendatangi proyek Ciputra Beach Resort untuk melihat ke lokasi langsung dan mereka tertarik dan membeli,” kata Raditya sebagaimana siaran pers yang diterima Bisnis pada Rabu (12/2/2020).

Terletak di kawasan yang alami dan jauh dari keramaian namun masih terjangkau menjadikan Ciputra Beach Resort sebagai tempat yang sesuai untuk beristirahat dan bersantai, healthy tourism atau liburan yang memerlukan ketenangan.

Lokasi yang strategis dan berpeluang besar untuk tumbuh ditambah dengan nama besar Ciputra Group yang memiliki daya tarik tersendiri, membuat para investor tidak ingin melewatkan peluang ini.

Strategi pemasaran akhir tahun ini menghasilkan penjualan sebesar 30 persen dari total penjualan secara keseluruhan pada 2 pekan akhir 2019 dengan konsumennya berasal dari berbagai kota besar di Indonesia yang didominasi dari Surabaya dan sekitarnya, diikuti oleh Jabodetabek, Bandung, Medan, dan Makassar.

Besaran angka tersebut menjadikan hasil total penjualan melampaui target yang telah ditentukan untuk tahun lalu, padahal harga yang ditawarkan di atas Rp1,5 miliar per unit.

Raditya menuturkan berbeda dengan di Jakarta, hasil penjualan ini menunjukkan bahwa kondisi di Bali tidak banyak terusik oleh kondisi politik, terutama karena adanya pemilu.

Banyak yang beranggapan masa tersebut adalah masa wait and see bagi para investor. Namun, sebenarnya saat itu adalah saat di mana mereka benar-benar mencari produk yang cocok seperti yang sedang dikembangkan di Ciputra Beach Resort sehingga bagi mereka produk ini nantinya akan memberi keuntungan.

Terkait strategi penjualan yang ditawarkan Ciputra Beach Resort pada tahun ini, Raditya menjelaskan bahwa proyek yang terletak di Kabupaten Tabanan ini masih akan tetap fokus pada dua klaster sebelumnya yaitu Nivata dan Sadana.

Kedua proyek ini memiliki karakter yang berbeda dengan tipe yang berbeda juga. Nivata lebih didominasi oleh penjualan tanah kavling dengan harga Rp2,6 miliaran, sedangkan Sadana sebagian besar berupa hunian bergaya resort dengan harga Rp1,7 miliaran.

Seiring dengan jumlah penjualan pada 2019, dalam waktu dekat ini akan ada proses serah terima kunci unit-unit rumah di Sadana yang sudah rampung dibangun.

Pihak developer juga semakin mengembangkan kawasan dengan membangun fasilitas pendukung berupa sport club. Fasilitas penunjang di Nivata ini nantinya ada kolam renang, area fitness, children park, area serbaguna dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ciputra group, properti bali

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top