Asosiasi Penerbangan Khawatir Virus Corona Meluas

Wabah virus corona memberikan dampak negatif bagi industri penerbangan di Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  13:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) memperkirakan adanya dampak signifikan yang harus ditanggung oleh maskapai ketika virus corona terjadi secara berkepanjangan dan meluas.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan penanggulangan virus 2019-nCoV yang berlangsung lama tak hanya memberikan dampak terhadap turunnya jumlah wisatawan tetapi juga bagi kegiatan ekonomi yang apada akhirnya berimbas kepada industri penerbangan.

“Kalau dari data BPS, 2019 lalu pertumbuhan wisatawan asal China 11% lebih dari 1,9 juta. Jika proses penanganannya panjang, dampak signifikan bukan hanya Indonesia saja tetapi negara yang memiliki hubungan dengan hubungan china. Hampir seluruh negara itu,” jelasnya, Minggu (9/2/2020).

Sewajarnya, kata dia, setiap maskapai sudah memiliki strategi dalam menghadapi situasi sepi penumpang dengan menawarkan paket wisata kerja sama dengan agen perjalanan dan hotel. Indonesia, sebutnya masih menarik untuk membuat paket wisata dengan Bali sebagai wilayah yang memiliki nilai jual tinggi.

Apalagi, imbuhnya, sesuai dengan arahan pemerintah, rute ke china yang ditunda sementara dapat dialihkan. Meskipun nilai kerugiannya tak akan menutupi tujuan ke China tetapi ujar dia, optimalisasi tetap dapat dilakukan.

Tahun ini, lanjut dia, industri penerbangan nasional diharapkan lebih baik dibandingkan dengan pada tahun lalu. Program utama yang akan mendongkrak angka pertumbuhan pada 2020, paparnya, adalah suksesi program pemerintah terhadap pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas.

Pasalnya, destinasi tersebut merupakan pangsa pasar bukan hanya untuk penerbangan nasional tetapi juga merangsang minat maskapai asing untuk ambil bagian dalam transportasi wisata udara baru

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inaca

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top