KABAR PASAR: Siaga Gejolak Minyak, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Berita mengenai potensi gangguan investasi sektor hulu minyak dan gas menyusulpelemahan harga minyak mentah, salah satunya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/2/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  08:35 WIB
KABAR PASAR: Siaga Gejolak Minyak, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Pekerja berjalan di samping kereta cepat di pabrik kereta CRRC Guangdong, Jiangmen, China, Jumat (3/11). Kereta cepat buatan CRRC berwarna putih seperti itu yang akan digunakan di proyek kereta cepat Jakarta - Bandung. - ANTARA/M. Irfan Ilmie

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai potensi gangguan investasi sektor hulu minyak dan gas menyusulpelemahan harga minyak mentah, salah satunya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/2/2020).

Berikut beberapa ringkasan topik utamanya:

 Siaga Gejolak Minyak. Investasi hulu minyak dan gas di Tanah Air berpotensi terganggu seiring dengan penyebaran virus corona yang menjadi sentimen negatif bagi harga minyak mentah. Langkah mitigasi diperlukan untuk menjaga kinerja perusahan.

Mengutip Bloomberg, saat ini permintaan minyak China telah turun sekitar 3 juta barel per hari (bph) atau 20% dari total konsumsi batas umumnya karena virus corona yang menekan aktivitas ekonomi.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya: Opsi Terkuat, Bangun Trek Baru. Bisnis, JAKARTA — Meski terdapat opsi pembangunan proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya dengan kemampuan jelajah maksimal sekitar 300 km/jam, pemerintah tampaknya memprioritaskan beberapa level dibawahnya, yaitu ‘semi cepat’.

Untuk itu diperlukan trek baru diluar trek ganda (double track) yang sudah tersedia dan dioperasikan saat ini di jalur tersebut. Dengan trek baru baru tersebut, kereta nantinya bisa bergerak dengan kecepatan sekitar 160 km/jam. Dengan demikian, di atas kertas waktu tempuh Jakarta–Surabaya bisa jauh lebih singkat, yaitu dari sebelumnya sekitar 10 jam menjadi hanya 5,5 jam.

Spekulan Merajalela, Masker N95 Langka. ‘Harga masker N95’ berada di posisi teratas dalam mesin pencarian Google di Indonesia. Mengutip dalam laman Google Trend, pencarian itu paling tinggi terjadi pada 6 Februari 2020. Jika dilihat dari sisi lokasi, masyarakat Riau merupakan yang terbanyak mencari tentang masker N95, diikuti oleh Jakarta dan Kalimantan Barat.

Penyelesaian Kasus Jiwasraya: Lobi Khusus Demi Pansus. Sejumlah partai politik di DPR terus melakukan lobi untuk meloloskan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengungkap skandal keuangan di perusahaan negara PT Asuransi Jiwasraya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top