Kelebihan Daya, PLN Siap Dukung Kawasan Industri Hingga KEK

Seluruh sistem kelistrikan PLN dalam kondisi surplus dimana hampir semua sistem mempunyai reserve margin yang mencukupi sehingga, perusahaan setrum negara asiap mendukung pengembangan kawasan usaha di Indonesia.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  14:56 WIB
Kelebihan Daya, PLN Siap Dukung Kawasan Industri Hingga KEK
Petugas PLN memasang alat anti tikus di sebuah trafo di Jl. H.Ir Juanda, Sorogenen, Solo, Jawa Tengah. Espos - Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) siap mendukung dan memasok listrik untuk pemgembangan wilayah Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, Destinasi Pariwisata Prioritas, dan Setra Kelautan dan Perikanan.

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan seluruh sistem kelistrikan di Indonesia dalam kondisi surplus dimana hampir semua sistem mempunyai reserve margin yang mencukupi sehingga PLN siap mendukung pengembangan kawasan usaha di Indonesia.

Di sisi lain, PLN mendapat penugasan pemerintah untuk membangun proyek pembangkit 35.000 MW yang terus berjalan. Selain itu, dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2019-2028, PLN akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 56.397 MW (termasuk program 35.000 MW) dan menambah jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms hingga tahun 2028.

“Tambahan kapasitas pembangkit dan jaringan transmisi sesuai RUPTL menandakan bahwa kami siap memenuhi kuantitas dan kualitas tenaga listrik yang dibutuhkan oleh kawasan industri, KEK, DPP dan SKPT," ujarnya, Kamis (6/2)

Dengan mempercayakan kebutuhan listrik pengembangan kawasan kepada PLN, maka pengembang Kawasan dapat memaksimalkan penggunaan investasi untuk pengembangan maupun keunggulan dalam menghadapi persaingan global.

Staf Khusus Kementerian ESDM Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Triharyo Soesilo mengapresiasi kesiapan PLN melalui program 35.000 MW nya untuk mendukung pengembangan kawasan usaha di Indonesia. Peningkatan 8.000 MW di 2020 merupakan sebuah prestasi.

"Terimakasih kepada PLN yang melalui 35 GW menunjukkan kesiapan dalam mendukung pengembangan kawasan, termasuk industri smelter, dimana Indonesia memiliki kadar nikel yang sangat besar, sehingga dapat menjadi produsen nikel terbesar di dunia,” ucapnya.

Dia menilai pengembangan sebuah kawasan menjadi motor untuk mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional, salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu negara adalah dari konsumsi energi per kapitanya.

Tahun lalu, nilai Indonesia masih 1.084 kWh per kapita masih jauh dari angka negara tetangga sekalipun. Oleh karena itu PLN akan mengoptimalkan penyediaan listrik yang tersedia, sehingga ekonomi Indonesia akan semakin meningkat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kelistrikan

Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top