Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Kredit Hijau Kian Subur, Laju Ekonomi Berpotensi Melambat

Berita mengenai langkah pertumbuhan green financing serta kinerja perekonomian Indonesia yang diperkirakan melambat, di antaranya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (5/2/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  08:28 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai langkah pertumbuhan green financing serta kinerja perekonomian Indonesia yang diperkirakan melambat, di antaranya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (5/2/2020).

Berikut beberapa ringkasan topik utamanya:

Kredit Hijau Kian Subur. Pertumbuhan penyaluran pembiayaan dengan prinsip keuangan berkelanjutan atau green financing diproyeksikan masih meningkat pada 2020. Minat dunia usaha dan perbankan diharapkan dapat menjadi lokomotif utama.

Laju Ekonomi Berpotensi Melambat. Kinerja perekonomian Indonesia pada 2019 diperkirakan hanya 5,05% atau melambat dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya. Konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makro merupakan modal penting untuk mengantisipasi dampak dari guncangan global.

Perjanjian Pajak Berganda: Celah Penghindaran Menyempit. Celah penghindaran pajak oleh pelaku usaha makin sempit usai disepakatinya perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

Perjanjian ini sebenarnya telah diatur pada 1990 dan berlaku sejak 1992. Namun pada 2015 Pemerintah Indonesia meminta adanya peninjauan kembali terhadap P3B karena dianggap tidak mengakomodasi perkembangan ekonomi terkini.

Impor Hewan Hidup Disetop, Pangan Bebas. Di tengah kekhawatiran merebaknya penyebaran virus corona dari China, pemerintah memutuskan hanya menghentikan impor hewan hidup dari Negeri Panda tersebut.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah berencana mengembalikan seluruh impor hewan asal China. Dihentikannya impor hewan hidup tersebut karena transmisi penularan virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut melalui manusia dan hewan. “Kami akan setop impor live animal,” tuturnya, Selasa (4/2).

Kontribusi Manufaktur Terkikis. Kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi makin terkikis menyusul lesunya aktivitas sektor itu sepanjang 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan produksi industri besar dan sedang (IBS) sepanjang 2019 hanya 4,01%, lebih rendah dibandingkan dengan 2018 dan 2017 yang masing-masing sebesar 4,07% dan 4,74%.

Dampak Corona: Hyundai Hentikan Produksi. Hyundai Motor Co. menghentikan produksi pekan ini karena kekurangan pasokan komponen dari China yang tengah dilanda wabah virus corona. Langkah ini menjadikan Hyundai Motor sebagai produsen mobil global pertama yang menangguhkan produksi di luar China karena wabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top