Distributor Akui Stok Masker N95 Mulai Alami Kekosongan

Kelangkaan masker berjenis N95 di beberapa daerah di Indonesia, diakui oleh salah satu distributor masker nasional.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  17:21 WIB
Distributor Akui Stok Masker N95 Mulai Alami Kekosongan
Siswa SD Islam Internasional Al-Abidin Solo memakai masker saat aksi peduli kesehatan bertajuk Waspada Virus Corona di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Aksi tersebut diisi dengan sosialisasi hidup sehat dan ajakan mendukung Warga China yang sedang menghadapi wabah Virus Corona untuk semangat. - ANTARA / Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang memiliki anak usaha di bidang distributor alat kesehatan, mengakui stok masker jenis N95 mulai mengalami kekosongan.

Direktur Utama PT RNI Eko Taufik Wibowo mengatakan kendati mulai terjadi kekosongan untuk masker jenis N95, namun dia mengaku perusahaanya masih memiliki stok masker jenis lain yang siap didistribusikan. Masker itu adalah yang berjenis 3 ply yang mencapai 50.000 lembar.  

Adapun, RNI memiliki anak usaha yang bergerak di sektor di sektor distribusi masker, yakni PT Rajawali Nusindo.

"Di kami harga masih normal untuk masker 3 ply. Kenaikan harga memang terjaadi di apotek dan sebagainya agar tidak beli dalam jumlah banyak untuk eceran," kata Eko ketika ditemui di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan 100.000 lembar masker berjenis 3 ply untuk diekspor ke sejumlah kawasan di Asia Timur. Dia menyebutkan kenaikan permintaan masker di dalam negeri cenderung lebih rendah dibandingkan dengan luar negeri.

"Permintaan dalam negeri memang meningkat. Di beberapa kota sudah kosong dan kami sedang siapkan juga. Hanya saja tidak setinggi permintaan di luar. Stok sekarang cukup untuk luar dan dalam negeri," ujarnya.

Eko mengatakan telah memesan 5 juta masker dari produsen mitra perusahaan untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun luar negeri. Adapun untuk ekspor, dia ini menyebut masker-masker tersebut bakal menyasar pula pekerja migran di Jepang, Taiwan, dan Hong Kong yang kesulitan memperoleh masker.

"Sekarang justru yang krisis dari pekerja migran kita di luar negeri, mereka kesulitan mencari masker. Kami dapat permintaan dari Jepang, Taiwan, Hong Kong dan kami akan kerja sama dengan Himbara untuk distribusi ke pekerja migran Indonesia," jelasnya.

Seperti diketahui, permintaan masker N95 di Indonesia mengalami lonjakan sehingga mengerek harga produk tersebut. Di beberapa marketplace di Indonesia seperti di Shopee, harga masker jenis tersebut bahkan menembus Rp1,275 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
corona, distributor, virus corona, masker

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top