Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PT Timah (TINS) Disebut Berpotensi Besar untuk Pasok Thorium

Thorcon International meneken MoU bersama dengan PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Inuki (Persero) pada 2015
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  19:38 WIB
PT Timah (TINS) Disebut Berpotensi Besar untuk Pasok Thorium
Pekerja menghitung timah batangan di salah satu pabrik di Kepulauan Bangka Belitung. Bisnis - Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Timah Tbk. disebut memiliki potensi yang besar untuk memasok thorium sebagai bahan bakar pembangkit tenaga nuklir yang akan dibangun oleh Thorcon International.

Kepala Perwakilan Thorcon International Indonesia Bob S. Effendi mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan penjajakan dengan emiten berkode saham TINS tersebut.

Hal itu mulai pada 2015, saat Thorcon International meneken MoU bersama dengan PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Inuki (Persero).

"Dulu 2015 asumsinya PT Timah juga masuk tapi mengundurkan diri, tetapi mereka mau support, asumsinya adalah kami beli fuelnya dengan PT Timah," katanya di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, PT Timah memiliki potensi yang besar untuk memasok thorium untuk pembangkit tenaga nuklir yang nantinya akan dibangun. Pasalnya, thorium merupakan proses olahan dari komoditas timah yang menjadi fokus produksi utama PT Timah.

Dia menambahkan bahwa penggunaan timah dari dalam negeri sejalan dengan target Thorcon yang akan menggenjot TKDN hingga 60% pada 2030 nanti.

"Potensial untuk supplier, karena reaktornya kami sudah bicara dengan PT Pal, sayang sekali kalau nanti fuel-nya kami beli dari luar negeri," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir
Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top