Menko Luhut Minta Target Lifting Minyak 1 Juta Barel Dipercepat

Menko Luhut meminta target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari lebih cepat dari 2030.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  21:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta target produksi siap jual atau lifting minyak dipercepat hingga lima tahun dari rencana semula.

Pihaknya meminta target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari lebih cepat dari 2030. Hal tersebut diucapkan usai rapat koordinasi lanjutan peningkatan lifting minyak bumi Indonesia di kantornya pada Jumat (31/1/2020).

“Target mau satu juta barel, kami mau tahunnya dipercepat, ya mereka masih bilang sampai 2030, saya bilang tidak mau, dipercepat jadi 2025,” katanya.

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab di sapak Ahok itu, salah satunya membahas strategi percepatan realisasi target tersebut.

Luhut meminta untuk melakukan peninjauan atas 23 sumur existing yang dapat digenjot produksinya.

Dia menyebut penggunaan enhanced oil recovery (EOR) akan efektif untuk menggenjot produksi minyak yang realisasi rata-rata pada saat ini pada kisaran 745.000 barel per hari.

Di samping itu, lanjutnya, pemerintah akan terus melakukan eksplorasi sumur-sumur baru guna menambah cadangan minyak. “Potensi dengan menggunakan EOR masih besar sekitar 1,7 miliar barel,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lifting minyak, Luhut Pandjaitan

Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top