Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Tahan Suku Bunga Acuan

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), the Fed memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate pada 1,5 persen hingga 1,75 persen dan menyebut kebijakan tersebut sesuai untuk mendukung ekspansi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  05:48 WIB
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. -  REUTERS / Yuri Gripas
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, mempertahankan suku bunga acuannya dan terus memberi sinyal bahwa kebijakan akan tetap ditahan untuk sementara waktu, sambil menekankan pentingnya mengangkat inflasi mencapai target.

Bank sentral juga melakukan penyesuaian teknis pada suku bunga saldo cadangan dan mengatakan akan melanjutkan program yang ditujukan untuk memperlancar volatilitas di pasar uang setidaknya sampai April.

"Kami percaya kebijakan moneter diposisikan dengan baik untuk melayani rakyat AS dengan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkap gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pada hari Rabu (29/1/2020) di Washington, seperti dikutip Bloomberg.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), the Fed memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate pada 1,5 persen hingga 1,75 persen dan menyebut kebijakan tersebut sesuai untuk mendukung ekspansi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Bursa saham AS menghapus keuntungan sementara imbal hasil obligasi Treasury berternor 10-tahun menurun, sedangkan dolar berfluktuasi. Pedagang memperpanjang proyeksi bahwa the Fed akan memangkas suku bunga menjelang akhir tahun ini.

"The Fed telah memperjelas bahwa hambatan untuk bergerak ke arah mana pun cukup tinggi," kata Daniel Ahn, kepala ekonom AS di BNP Paribas.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

"Tapi kami percaya dinding hambatan untuk pemotongan (suku bunga) lebih rendah dibandingkan dinding kenaikan."

Ahn memperkirakan bahwa The Fed cenderung lebih condong kea rah dovish dan menekankan bahwa The Fed tidak nyaman dengan inflasi yang berjalan terlalu rendah terlalu rendah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top