Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Sepeda Nasional Bidik Pasar Uni Eropa

Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan (APSMI) membidik Uni Eropa sebagai target pasar pada tahun ini usai Benua Biru mengenakan bea masuk tambahan kepada China sekitar 30 persen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  21:20 WIB
Pengusaha Sepeda Nasional Bidik Pasar Uni Eropa
Uni Eropa - wikipedia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan (APSMI) membidik Uni Eropa sebagai target pasar ekspor pada tahun ini usai Benua Biru mengenakan bea masuk tambahan kepada China sekitar 30 persen.

Sekretaris Jenderal APSMI Eko Wibowo mengatakan penyelesaian omnibus law menjadi kunci pemanfaatan momentum tersebut. Penyelesaian omnibus law akan mempermudah masuknya investasi dan pembangunan pabrik baru di dalam negeri.

"Industri sepeda di China punya tantangan untuk mengembangkan industri sepeda. Satu, biaya tenaga kerja yang makin tinggi di sana. Kedua, masalah tantangan bea masuk ke Eropa yang masih tinggi," katanya kepada Bisnis, Kamis (30/1/2020).

Eko menyampaikan penjualan ekspor menjadi pilihan lantaran peningkatan produksi dari permintaan dalam negeri tertahan oleh daya beli konsumen lokal. Menurutnya, perlu ada political will dari pemerintah untuk menaikkan pasar sepeda di dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah perlu mempopulerkan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi melainkan sebagai alat hobi. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah perlu menyediakan infrastruktur sepeda, khususnya di  perkotaan.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Rudiyono mengatakan produksi sepeda sepanjang Januari—Juli tumbuh sekitar 10—15 persen secara tahunan.  Menurutnya, pertumbuhan tersebut didorong oleh pemanfaatan pelaku industri sepeda dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Dari pasar domestik, Rudi menilai penerimaan pasar terhadap sepeda lokal masih tinggi. Rudi mengemukakan hal terebut disebabkan oleh desain pabrikan lokal yang tidak kalah dengan sepeda impor. Namun demikian, harga sepeda lokal cenderung tidak kompetitif, khususnya dibandingkan sepeda dari China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri Industri Sepeda
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top