Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Keuangan Mulai Rasakan Dampak Virus Corona

Pemerintah perlu meyakinkan virus corona tidak menyebar ke Indonesia dan memperkuat ekonomi domestik apabila telah berdampak besar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  09:03 WIB
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha
Nasabah menghitung uang di sebuah Money Changer, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah perlu meyakinkan virus corona tidak menyebar ke Indonesia dan memperkuat ekonomi domestik apabila telah berdampak besar.

Direktur Core Indonesia Pieter Abdulah mengatakan virus corona belum terlalu berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Menurutnya, hal tersebut sangat bergantung kelanjutan dari bagaimana penangan virus tersebut di China.

“Kalau penyebaran virus terus meluas, tidak tertangani maka kekhawatiran akan semakin besar. Jadi dampaknya akan lebih besar. Apalagi, China adalah partner besar,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (28/1/2020).

Dia menuturkan dampak virus corona terhadap ekonomi Indonesia dari sektor riil belum terlihat. Namun, di sektor keuangan sudah mulai terasa, misalnya dengan pelemahan rupiah, harga komoditas yang tertahan lantaran harga minyak yang cenderung turun.  

“Saat ini di sektor riil belum terlalu berdampak, sekarang kekhawatiran investor lebih pada ke pasar keuangan, pasar modal sudah terdampak nengatif, tapi kalau berlarut bisa masuk ke sektor riil, maka ekspor akan terpengaruh negatif, daya beli masyarakat turun,” jelasnya

Berkaca dari kasus virus SARS sebelumnya, memang terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di China mencapai 1%. Apabila virus corona yang saat ini semakin meluas maka kemngkinan penurunan ekonomi lebih besar. Apalagi, kota Wuhan sebagai pusat industri otomotif, artinya apabila semakin parah, maka kegiatan ekonomi akan terhenti, dan dampak terhadap China pasti akan besar.

“Kekhawatiran akan menurunkan permintaan global,  hal ini bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia. Permintaan pasokan ke Indonesia akan turun,” lanjutnya.

Menurutnya, apabila virus corona berlarut-larut maka permitaan global akan turun dan harga komoditas akan tertahan dan mengarah kepada rebond .  Maka, dampak terhadap ekonomi bisa negatif, karena harga komoditas berada di angka terendah, dan eskpor juga rendah.

“Saat ini untuk impor dari China belum terpengaruh, karena yang diisolasi hanya Wuhan belum semua, kalau meluas di seluruh China baru ekonomi China benar-benar lumpuh , maka akan berdampak pada impor, apalagi ekspor,” terangnya.

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komis XI DPR Fraksi Partai Demokrat Vera Febyanth  mengatakan  pemerintah perlu mengantisipasi untuk menimalisir kekhawatiran yang lebih besar.

Dia mengatakan peringatan travel warning China dan sejumlah negara yang terdampak wabah virus Corona dapat berimbas pada sektor pariwisata domestik.  Meskipun turis asing yang masuk di Indonesia dikatakan aman, namun saat ini belum ada jaminan atau bukti yang sah. “Ini yang perlu dipikirkan, apalagi kan banyak tenaga kerja China yang masuk di Indonesia,” katanya.

Vera juga menyoroti dampak virus corona terhadap ekonomi, khususnya terhadap inflasi. Menurutnya, kementerian-kementerian terkait harus menyiapkan langkah untuk mengantisipasi.

“Kita tidak tahu, bisa jadi virus menyebar  lewat makanan, atau impor barang makanan. Anggaran untuk mengantisipasi hal itu juga perlu dipikirkan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi indonesia turis china virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top