Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus Corona Tekan Pasar Keuangan di Asia dan Global

Analis Pasar Saham, Hans Kwee, mengatakan keberadaan virus Corona di China, sempat menekan pasar Asia dan Global. Sebab, ada kekhawatiran di pasar, jika virus yang banyak muncul di Wuhan, China, ini akan menyebar.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 25 Januari 2020  |  22:21 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Analis Pasar Saham, Hans Kwee, mengatakan keberadaan virus Corona di China, sempat menekan pasar Asia dan Global. Sebab, ada kekhawatiran di pasar, jika virus yang banyak muncul di Wuhan, China, ini akan menyebar.

“Tercatat per Jumat (24 Januari 2020), menurut laporan media China, jumlah khusus sudah mencapai 830 orang dengan 25 orang meninggal dunia,” kata dia.

Akan tetapi, Hans menyebut pasar saham dunia sempat stabil setelah pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam pengumumannya, WHO menyebut wabah dari virus Corona belum menjadi keadaan darurat global.

Selain itu, Pemerintah China juga melakukan tindakan cepat untuk menahan penyebaran virus pernapasan in. Salah satunya dengan menghentikan perjalanan masuk dan keluar dari Kota Wuhan.

Tindakan cepat ini, kata Hans, akhirnya memberikan keyakinan pada pasar. Sebab, wabah yang terjadi ini diyakini tidak mengakibatkan pandemi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global. 

Akan tetapi, Tahun Baru Imlek datang. Banyak warga melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri. Sehingga, pasar pun kembali khawatir akan penyebaran virus ini.

Di sisi lain, sampai saat ini belum ada laporan virus ini masuk Indonesia. Meski begitu, Hans memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan berpeluang  rebound, tapi terbatas.

Adapun support IHSG, kata dia, yaitu di level 6218 sampai 6200 dan resistance IHSG di level 6256 sampai 6312. 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top