Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bagaimana Nasib Wisma Atlet Kemayoran Usai Asian Games 2018?

Kementerian PUPR dan Kemensetneg tengah melakukan pendataan aset yang ada di Wisma Atlet Kemayoran serta melengkapi berkas administrasi
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  15:00 WIB
Suasana di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Suasana di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Gedung Wisma Atlet Kemayoran yang sempat menjadi rumah bagi para atlet sepanjang pergelaran Asian Games 2018 kini masih dalam kondisi kosong dan terlantar.

Akan tetapi, dalam waktu dekat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera melakukan serah terima aset kepada Kementerian Sekretariat Negara.

Direktur Jenderal penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa Kementerian PUPR dan Kemensetneg tengah melakukan pendataan aset yang ada di Wisma Atlet Kemayoran serta melengkapi berkas administrasi serta berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mempercepat proses serah terima aset barang milik negara (BMN) tersebut.

“Kami harap serah terima aset BMN Wisma Atlet Kemayoran kepada Setneg bisa segera terlaksana dalam waktu dekat,” ujar Khalawi melalui siaran pers, Kamis (23/1/2020).

Menurut Khalawi, proses serah terima aset BMN memang akan memerlukan waktu. Khalawi juga menyatakan bahwa saat ini proses pemeliharaan bangunan tingkat tinggi Wisma Atlet Kemayoran masih dilakukan oleh Kementerian PUPR.

“Proses pemeliharaan aset BMN Wisma Atlet Kemayoran tetap menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR pascaajang Asian Games. Hanya saja kami sedang melakukan pendataan aset agar proses serah terima ke Setneg dapat berjalan dengan baik,” jelas Khalawi.

Terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran setelah proses serah terima, imbuh Khalawi, hal itu merupakan kewenangan dari pihak Setneg selaku pemilik BMN.

“Itu kewenangan dari Setneg. Kementerian PUPR sesuai tugas hanya membangun bangunan tingkat tinggi tersebut dan melakukan pemeliharaan hingga proses serah terima selesai,” tandasnya.

Sebelumnya, Wisma Atlet Kemayoran merupakan bangunan tingkat tinggi yang dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan dengan jumlah 10 menara dan terdiri atas tiga menara di Blok C-2 seluas 135.000 meter persegi dan 7 menara di Blok D-10 seluas 333.700 meter persegi.

Adapun, dari 10 menara di Wisma Atlet tersebut, untuk Blok C-2 terdapat total unit hunian sebanyak 1.932 unit dan Blok D-10 memiliki 5.494 unit hunian.

Status Kawasan Kemayoran Blok C-2 dan Blok D-10 merupakan aset milik negara atas nama Menteri Sekretaris Negara. Rusun tersebut dibangun dengan tipe 36 dilengkapi fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur.

Setiap unit rusun sudah dilengkapi dengan mebel seperti tempat tidur, lemari pakaian, kursi dan meja tamu, pendingin ruangan dan penghangat air di setiap kamar mandi.

Pembangunan hunian vertikal yang sudah dimulai sejak 17 Maret 2016 itu dilakukan berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asian games 2018 WISMA ATLET
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top