Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

APRIL Group Optimistis Kinerjanya Stabil 2020, Fokus Efisiensi & Konsolidasi

Hal itu disampaikan oleh Agung Laksamana, Corporate Affairs Director APRIL Group, bahwa pihaknya akan fokus pada konsolidasi dan efisiensi produk dari hulu ke hilir di tengah prospek ekonomi global yang menantang.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:25 WIB
Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp & Paper (APRIL Group) Sihol Aritonang (dari kanan) bersama Direktur Restorasi Ekosistem Riau (RER) Nyoman Iswarayoga, dan Head of Communication APRIL Jakarta Anita Bernardus, mengamati foto restorasi ekosistem konservasi sebelum mengumumkan laporan tahunan restorasi ekosistem Riau, di Jakarta, Kamis (16/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp & Paper (APRIL Group) Sihol Aritonang (dari kanan) bersama Direktur Restorasi Ekosistem Riau (RER) Nyoman Iswarayoga, dan Head of Communication APRIL Jakarta Anita Bernardus, mengamati foto restorasi ekosistem konservasi sebelum mengumumkan laporan tahunan restorasi ekosistem Riau, di Jakarta, Kamis (16/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, PEKANBARU - Manajemen APRIL Group optimistis mampu mencatatkan kinerja stabil pada 2020 kendati ancaman perlambatan ekonomi global yang berpengaruh terhadap permintaan barang produksi perseroan masih membayangi.

Hal itu disampaikan oleh Agung Laksamana, Corporate Affairs Director APRIL Group, yang mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pada konsolidasi dan efisiensi produk dari hulu ke hilir di tengah prospek ekonomi global yang menantang.

“Proses ini akan diselaraskan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi framework  operasional kami.  Saat ini flagship produk kami PaperOne diekspor ke lebih dari 70 negara di dunia,” kata Agung kepada Bisnis, Rabu (22/1/2020).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan golongan barang harmonized system (HS) 2 dijit, dari 10 golongan barang ekspor nonmigas Riau terbesar pada November dibanding Oktober 2019 telah terjadi penurunan ekspor bubur kayu (pulp) sebesar US$26,15 juta, kertas dan karton sebesar US$10,82 juta, dan lemah&minyak hewan/nabagi sebesar US$9,77 juta.

Nilai ekspor Provinsi Riau sepanjang Januari-November 2019 tercatat senilai US$11,07 miliar, turun 24,99% yoy dari sebelumnya US$14,75 milar.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Riau pada 2 Januari 2019, nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada November turun akibat berkurangnya ekspor nonmigas sebesar 4,65% sementara ekspor migas naik 67,27%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rapp sukanto tanoto
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top