Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keamanan dan Keselamatan Jadi Fokus dalam Pengembangan Labuan Bajo

Aspek keamanan dan keselamatan menjadi faktor penting yang akan difokuskan dalam mengembangkan kawasan pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  15:14 WIB
Pemandangan di Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT. - Bisnis/M. Taufikul Basari
Pemandangan di Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT. - Bisnis/M. Taufikul Basari

Bisnis.com, JAKARTA — Aspek keamanan dan keselamatan menjadi faktor penting yang akan difokuskan dalam mengembangkan kawasan pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat kunjungan kerja ke Labuan Bajo mendampingi Presiden Joko Widodo, Senin (20/1/2020). Dia menjelaskan keamanan dan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam membangun sebuah destinasi.

“Presiden Joko Widodo menekankan di Labuan Bajo telah disiapkan organisasi dari BNPB, Basarnas, yang berkaitan dengan keamanan pariwisata. Setidaknya wisatawan akan melihat bila di wilayah ini ada SAR. Sehingga rasa aman nyaman itu akan muncul karena kesiapan kita untuk mengantisipasi segala sesuatu,” ujarnya, dalam siaran pers Selasa (21/1/2020).

Terkait isu travel advisory, Wishnutama berjanji untuk memperbaiki citra dan kondisi tersebut. Terlebih, status Indonesia dalam travel advisory negara-negara tetangga lebih sering digambarkan dalam kondisi kuning bukan hijau.

“Hijau artinya aman, kuning itu artinya hati-hati. Jika status Indonesia dianggap dalam kondisi aman dan nyaman, jumlah wisman bisa naik 20-30 persen,” katanya.

Dia juga mengatakan pariwisata itu tidak hanya sekadar membangun infrastruktur atau event, tapi safety dan security juga penting yang disebutnya bukan pekerjaan yang sederhana.

“Karena perlu koordinasi dengan banyak lintas sektor. Upaya kita sendiri, perlu adanya early warning system di sebuah destinasi wisata, serta membuat sistem manajemen krisis,” katanya.

Adapun, Presiden Joko Widodo sebelumnya berharap jajarannya menyiapkan suatu organisasi yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menjamin keamanan wisatawan.

“Sudah di-standby-kan satu helikopter dan peralatan lainnya, artinya security dan safety menjadi bagian dari yang kita siapkan, bukan hanya infrastruktur saja," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata labuan bajo
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top