Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Hunian Merosot, Pasar Properti Singapura Meredup

Harga hunian di Singapura juga hanya mengalami kenaikan tipis 0,30 persen pada kuartal akhir 2019, melambat dari kuartal sebelumnya yang naik 1,30 persen.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Januari 2020  |  06:33 WIB
Penjualan Hunian Merosot, Pasar Properti Singapura Meredup
Foto udara yang memperlihatkan gedung komersial dan residensial di Singapura, Sabtu (22/6/2019). - Reuters/Loriene Perera
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan apartemen di Singapura mengalami kemerosotan pada Desember 2019 lantaran jumlah unit yang diluncurkan juga mencapai terendah selama tahun lalu. Hal ini menjadi pertanda bahwa pasar properti di Singapura meredup.

Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority Singapura, pengembang di Negeri Singa itu hanya menjual 538 unit apartemen sepanjang Desember 2019, turun 54 persen dibandingkan dengan penjualan pada November sebanyak 1.165 unit.

Penurunan penjualan juga merupakan dampak dari turunnya jumlah unit yang diluncurkan yang hanya mencapai 370 unit apartemen pada Desember, jauh di bawah 947 unit diluncurkan pada November.

Harga hunian di Singapura juga hanya mengalami kenaikan tipis 0,30 persen pada kuartal akhir 2019, melambat dari kuartal sebelumnya yang naik 1,30 persen. Hal ini dinilai sebagai dampak dari aturan pemerintah yang diterapkan sejak Juli 2018 yang membebani pasar.

Pasar properti Singapura juga mengalami kelebihan pasokan dengan adanya 32.000 unit apartemen yang belum terjual. Hal ini membuat bank sentral Singapura memberi peringatan kepada pengembang untuk menekan harga lebih dalam lagi.

“Penjualan diperkirakan tetap rendah bulan ini [Januari] dengan adanya peringatan Tahun Baru Imlek pada 25 Januari mendatang. Setelah libur besar selesai, penjualan mungkin baru akan kembali naik,” ungkap Head of Research APAC Realty Ltd. di Singapura Nicholas Mak seperti dikutip dari Bloomberg Minggu (19/1/2020).

Mak menambahkan bahwa pengembang tidak mungkin menurunkan harga. Reputasi pengembang bakal hancur apabila sebelumnya mereka meluncurkan proyek dengan harga tinggi, kemudian tak berselang lama meluncurkan proyek yang harganya lebih murah.

Christine Sun, Head of Research and Consultancy OrangeTee & Tie Pte., menambahkan bahwa permintaan hunian diperkirakan tetap kuat dan penjualan bisa mencapai 9.000–9.800 unit pada 2020.

“Adapun, harga kemungkinan bisa naik 2 persen—4 persen tahun ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen properti singapura
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top