Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen Listrik Swasta Minta Pemerintah Hapus FABA dari Daftar Limbah B3

Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) berharap hasil pembakaran batu bara pada pembangkit, yakni fly ash and bottom ash (FABA) dikeluarkan dari daftar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  17:26 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) berharap hasil pembakaran batu bara pada pembangkit, yakni fly ash and bottom ash (FABA) dikeluarkan dari daftar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Direktur Eksekutif APLSI Rizal Calvary Marimbo mengatakan hingga saat ini, tidak ada bukti yang menyatakan FABA sebagai limbah B3. Padahal, FABA dinilai dapat dimanfaatkan sebagai coneblock, pengganti semen, paving block, maupun campuran untuk konstruksi.

Menurutnya, dengan FABA yang masih dinyatakan sebagai limbah B3, produsen listrik kesulitan menjual atau menyerahkan produk tersebut ke pihak ketiga. Supaya FABA bisa dijual ke pihak ketiga, produk tersebut harus dihapus dari daftar limbah B3. 

"Saat ini tidak ada pihak yang berani datang ambil FABA biarpun dikasih gratis," katanya kepada Bisnis, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, setiap tahun ada tambahan 10 juta ton FABA yang menggunung di sekitar  pembangkit. Produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) dan PT PLN (Persero) kesulitan mengirim ke pihak ketiga untuk diolah jadi bahan baku konstruksi karena persyaratannya dinilai terlalu rumit.

"Dengan masuknya FABA dalam daftar B3, pelaku usaha mulai dari penyedia FABA [produsen listrik swasta maupun PLN], perusahaan pengangkut, dan pengguna rawan kena kriminalisasi," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik Limbah B3
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top