Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maggot, Pakan Alternatif Berprotein Tinggi Untuk Ikan

Maggot atau yang dikenal dengan black soldier fly (BSF) diharapkan menjadi pakan alternatif untuk budi daya ikan. Hal ini menjadi solusi atas mahalnya harga pakan ikan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  14:45 WIB
Foto udara kawasan tambak ikan bandeng di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (9/6 - 2015).Antara/Ahmad Subaidi
Foto udara kawasan tambak ikan bandeng di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (9/6 - 2015).Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Maggot atau yang dikenal dengan black soldier fly (BSF) diharapkan menjadi pakan alternatif untuk budi daya ikan. Hal ini menjadi solusi atas mahalnya harga pakan ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong inovasi penggunaan pakan alternatif ini. Adapun maggot adalah serangga pemakan bahan organik sehingga protein serangga ini berkualitas tinggi dan menjadi sumber protein yang baik bagi ikan. 

"Maggot ini memakan sayuran, limbah rumah tangga, limbah restoran, dia bisa mengurai sampah organik," kata Edhy dalam siaran pers, Selasa (14/1/2020).

Edhy menjelaskan kemampuan maggot mengurai sampah organik dalam waktu 14-20 hari sangat berpotensi bagi pengembangan ekonomi berbasis laut atau ekonomi biru. 

Inovasi penggunaan pakan alternatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan restoran untuk memproduksi maggot ini telah dikembangkan sekelompok warga di Kabupaten Garut.

 "Inovasi penggunaan pakan ikan alternatif semacam ini harus kita dukung," kata Edhy.

Komponen pakan memang menempati porsi tertinggi dalam budi daya ikan, hingga 60% dari total biaya produksi. Guna menurunkan biaya pakan tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemenuhan kebutuhan bahan baku lokal melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). 

Salah satu inovasi yang mendukung Gerpari tersebut adalah riset penyediaan bahan baku pakan ikan alternatif dari maggot yang dihasilkan dari proses biokonversi limbah organik. Inovasi ini merupakan hasil riset Dr. Melta Rini Fahmi, Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias yang telah dimulai sejak 2005 lalu. 

Maggot yang dihasilkan akan merombak, mengekstraksi serta mengonvensi nutrien yang masih tersimpan di dalam limbah organik sehingga akan didapatkan nutrien dalam bentuk yang baru, yakni pupuk organik dan maggot sendiri yang dimanfaatkan baik sebagai pakan ikan maupun bahan baku pakan ikan. 

Pada uji coba di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, ikan koi yang diberi pakan maggot memijah empat kali dalam periode yang sama dibanding dengan ikan yang diberi pakan pelet. 

Biokonversi menggunakan maggot memiliki keuntungan dapat dilaksanakan dengan investasi  yang rendah karena reproduksinya tidak membutuhkan air, listrik, bahan kimia, serta dapat menggunakan infrastruktur yang sederhana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan edhy prabowo
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top