Jepang Siapkan US$3 Miliar untuk Investasi di Asean

Jepang menargetkan investasi sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp41 triliun untuk kawasan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Asean).
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  01:01 WIB
Jepang Siapkan US$3 Miliar untuk Investasi di Asean
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jepang menargetkan investasi sebesar tiga miliar dolar AS  atau sekitar Rp41 triliun untuk kawasan Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Asean)

“Jepang berkeinginan untuk memobilisasi dana sebesar tiga miliar dolar AS selama tiga tahun dalam periode 2020 hingga 2022,” kata Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu saat kunjungan resmi ke Sekretariat Asean di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dana tersebut bisa disalurkan untuk sektor pemerintahan maupun swasta sebagai dana kerja sama ekonomi yang berlandaskan pada prinsip “mengumpulkan kearifan”.

Prinsip itu merupakan satu dari tiga kebijakan luar negeri baru Jepang terhadap ASEAN, yang dimaksudkan untuk mengakomodasi beragam kearifan yang dimiliki oleh negara-negara anggota ASEAN.

“Antara lain melalui JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang) yang bersedia memberikan dana penanaman modal dan pinjaman sebesar 1,2 miliar dolar AS,” kata Motegi menambahkan.

Investasi tersebut ditujukan untuk dana penanaman modal dan pinjaman proyek infrastruktur berkualitas tinggi di kawasan ASEAN, antara lain pembangkit listrik, pembangunan perkotaan, transportasi, serta komunikasi dan informasi.

Motegi mencontohkan mass rapid transit atau MRT di Jakarta sebagai kerja sama infrastruktur Indonesia dan Jepang yang bukan sekadar membangun jalur kereta bawah tanah, namun juga mengaktifkan transportasi metropolitan ibu kota terintegrasi.

“Merealisasikan pembenahan infrastruktur berkualitas tinggi tidak cukup dengan dana dan teknologi dari pihak pemberi, tapi memerlukan ide proaktif negara bersangkutan sesuai situasi di lapangan,” ujar Motegi.

Setidaknya ada dua hal lain yang menjadi tujuan investasi tersebut. Pertama, perbaikan akses keuangan dan pemberdayaan perempuan melalui usaha kecil dan menengah serta pembiayaan keuangan mikro.

Dan kedua, promosi investasi hijau untuk keberlanjutan lingkungan sebagai langkah penanganan perubahan iklim global, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan proyek-proyek hemat energi lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asean, Investasi Jepang

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top