Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mimpi Ciputra untuk 2033 : 4 Juta Entrepreneur Baru Lahir di Indonesia

Begawan Properti Indonesia Ciputra memimpikan jutaan entrepeur baru akan lahir di Indonesia. Hal itu terungkap kembali saat peringatan 40 hari meninggalnya Ciputra.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  17:55 WIB
Suasana peringatan 40 hari meninggalnya Ciputra - Bisnis/Arief Budi Susilo
Suasana peringatan 40 hari meninggalnya Ciputra - Bisnis/Arief Budi Susilo

Bisnis.com, JAKARTA - Begawan Properti Indonesia Ciputra memimpikan jutaan entrepeur baru akan lahir di Indonesia. Hal itu terungkap kembali saat peringatan 40 hari meninggalnya Ciputra.

"Saya memimpikan 25 tahun lagi akan lahir 4 juta entepreneur baru di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, dari pesisir sampai pegunungan, dan dari desa sampai kota-kota besar. Anak petani, anak nelayan, anak guru, anak buruh, anak pegawai negeri, anak polisi, anak tentara menjadi entrepreneur," demikian kutipan dari pernyataan Ciputra di Medan pada 2008 yang ditampilkan dalam layar saat peringatan 40 hari berpulangnya Sang Begawan Properti.

Bagi Ciputra, tidak ada kata terlalu cepat atau terlalu lambat untuk menjadi entrepreneur. "Yang Penting, pelajarilah segala hal untuk mewujudkan MIMPI dan setiap pelajaran itu harus berorientasi pada TINDAKAN dan EKSEKUSI," demikian pesan Ciputra dalam kolom khusus CIputra Way : Tidak Ada Kata Terlambat yang dimuat Bisnis.com pada 6 Juli 2013.

Ciputra memiliki mimpi besar untuk menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berani merintis bisnis melalui pembelajaran entrepreneur sejak dari bangku pendidikan dasar. 

Bagi Ciputra, keberanian mewujudkan mimpi merupakan keharusan. Keberhasilan Ciputra menjadi seorang arsitek dan pengembang properti yang sukses ditempuh melalui perjuangan yang panjang.

Dua strategi diterapkan Pak Ci, demikian ia biasa disapa, dalam meraih mimpi yakni keberanian dan kemampuan bertahan dalam setiap tantangan. Pak Ci tak mudah patah semangat ketika menghadapi tantangan. Ketika berhasil meraih mimpi, dia tidak berpuas diri. Justru setelah mimpi terwujud, dia memiliki mimpi yang baru.

Setelah bisnis yang bernaung di bawah payung Ciputra Group berjalan, Pak Ci kembali bermimpi untuk melakukan pembenahan sumber daya manusia melalui dunia pendidikan. Menurutnya, menciptakan generasi muda yang berpendidikan dan melek dengan dunia bisnis harus dimulai sejak dini.

Pada 1990 Ciputra mendirikan Universitas Ciputra di Surabaya dengan mengedepankan pendidikan entrepreneurship sebagai bagian terpenting dalam kurikulumnya.

Warisan Pak Ci di dunia pendidikan ini tercantum dalam tujuh semangat yakni :

Pertama, pemuda-pemuda diajak bersemangat dalam mengejar mimpi

Kedua, mandiri dalam mewujudkan mimpi

Ketiga, peka terhadap pasar dalam hal ini adalah pelanggan. Di dunia bisnis, suatu produk barang dan jasa yang bagus menurut produsen belum tentu bagus atau sesuai dengan kebutuhan pasar.

Keempat, kreatif dan inovatif

Kelima, berani mengambil risiko setelah melalui pertimbangangan yang matang

Keenam, semangat tidak mudah menyerah dalam mengalami rintangan

Ketujuh, memiliki standar etika dalam berbisnis menjadi bekal untuk memenangkan persaingan dalam jangka panjang

Setelah berhasil mendirikan Universitas Ciputra, Pak Ci mendirikan Sekolah Ciputra pada 1996 di Surabaya. Pada 2003, Pak Ci mendirikan Sekolah Ciputra Kasih (SCK) di Jakarta, Manado, Ambon, dan Samarinda.

Setahun kemudian, Pak Ci membangun Sekolah Citra Berkat di Citra Raya Tangerang, Citra Indah Cibubur, The Taman Day, dan CitraLand Surabaya.

Tercatat sekurangnya empat universitas dan 16 sekolah didirikan Pak Ci. Selain Universitas Ciputra, masih dilanjutkan dengan didirikannya beberapa pusat pendidikan a.l. Universitas Prasetiya Mulya Tangerang, Universitas Tarumanagara Jakarta, Metland School Jakarta, dan Sekolah Don Bosco Jakarta.

Selain mencurahkan perhatian pada dunia pendidikan, semasa hidupnya Pak Ci sangat aktif mengikuti beragam kegiatan sosial. Kontribusinya di kegiatan sosial diwujudkan dengan mendirikan sejumlah yayasan a.l. Yayasan Don Bosco, Yayasan Ciputra Pendidikan, Yayasan Tarumanegara, Yayasan Citra Kristus, Yayasan Jaya Raya, dan Yayasan Citra Berkat.

Mimpi Pak Ci lainnya yang berhasil diwujudkan adalah 81 proyek residensial skala besar, 30 tower apartemen, 16 sekolah, 4 universitas, 14 hotel, 13 mal, 12 perkantoran, 7 rumah sakit, 3 theme park, 3 vila, 2 pasar modern, dan 5 pergudangan di seluruh Indonesia.

Sikap terbuka Pak Ci yang selalu menyemangati para penerusnya untuk tidak takut bermimpi dan mewujudkan mimpi merupakan warisan yang tidak dapat dilupakan. Dalam setiap kesempatan, Pak Ci selalu konsisten menularkan semangatnya melalui kalimat, “My biggest project is my next project.”

Pak Ci berharap generasi muda mampu memberikan hal terbaik dari semua bidang yang ditekuninya. Tidak cukup hanya itu, Pak Ci pun mengajarkan bahwa keberhasilannya tidak hanya meninggalkan warisan melalui sederet lembaga pendidikan itu. Namun, yang lebih penting adalah berhasil meregenerasi penerus bangsa yang melek entrepreneurship.

Ciputra meninggal dunia pada Rabu, 27 November 2019 pukul 01.05 di Singapura. Jenazah almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Sukamaju, Jonggol, Jawa Barat, Kamis, 5 Desember 2019. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra

Sumber : Bisnis.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top