Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengapa Pasar Properti Diprediksi Belum Bisa Bertumbuh 2 Digit?

Untuk membuat pasar properti pada 2020 lebih bergairah, diperlukan insentif tambahan berupa kemudahan terkait dengan pembiayaan perumahan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  07:22 WIB
Mengapa Pasar Properti Diprediksi Belum Bisa Bertumbuh 2 Digit?
Foto ilustrasi perumahan. - Bisnis Rahman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah insentif di sektor properti diperkirakan membuat kondisi pasar properti pada tahun ini bergerak positif. Namun, pertumbuhannya diprediksi masih belum bisa mencapai kisaran dua digit.

Managing Partner Real Estate Management Coldwell Banker Commercial Tommy Bastamy menyatakan bahwa relaksasi loan to value (LTV) yang dikeluarkan Bank Indonesia dan relaksasi di bidang perpajakan bakal menjadi penopang yang membuat kondisi pasar properti properti pada tahun ini bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

“Sebetulnya kemungkinan angka pertumbuhan industri properti di kisaran dua digit itu tetap ada, tetapi dalam jangka waktu dekat ini saya belum melihat arahnya akan seperti itu [angka pertumbuhan dua digit],” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Tommy mengatakan bahwa pertumbuhan industri properti pada tahun ini sulit mencatatkan pertumbuhan di kisaran dua digit karena sejak beberapa tahun terakhir kinerja sektor properti cenderung stagnan sehingga untuk menggairahkannya kembali masih membutuhkan waktu.

Selain itu, ketidakpastian kondisi ekonomi global juga diperkirakan menjadi tantangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan industri properti.

“Mudah-mudahan tren positif di sektor properti ini bisa terus berlanjut sehingga ke depannya angka pertumbuhannya bisa lebih tinggi juga,” kata Tommy.

Untuk membuat pasar properti pada 2020 lebih bergairah, dia menyatakan bahwa diperlukan insentif tambahan berupa kemudahan terkait pembiayaan perumahan.

Sementara itu, Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik mengatakan bahwa pertumbuhan sektor properti pada tahun ini akan sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah yang dapat merangsang minat beli konsumen.

“Potensi [pertumbuhan] masih ada, tetapi saya tidak mengantisipasi kenaikan properti yang signifikan. Bisa mencapai [pertumbuhan] 10% saja sudah cukup baik meski agak berat,” ujarnya kepada Bisnis pada akhir pekan lalu.

Kondisi properti pada 2020, imbuhnya, diperkirakan masih cukup berat karena dihadapkan pada beberapa tantangan yang salah satunya ialah gejolak ekonomi global. Meskipun demikian, penyerapan untuk pasokan hunian pada tahun ini diprediksi bisa lebih baik jika dibandingkan dengan 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan pasar properti
Editor : Zufrizal
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top