Tepat, Langkah Pengembang Luncurkan Rumah Mewah 2020

Sepanjang 2019, penjualan rumah kelas menegah atas hingga atas memang terkendala dengan pembeli di ceruk pasar. Umumnya pembeli dari golongan kaya.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Desember 2019  |  09:14 WIB
Tepat, Langkah Pengembang Luncurkan Rumah Mewah 2020
Proyek rumah mewah. - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Pialang properti optimistis terhadap pasar properti pada 2020 sehingga langkah pengembang meluncurkan properti mewah dinilai tepat.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengatakan bahwa langkah tersebut sudah termasuk langkah yang tepat. Pasar properti dinilai memang bakal membaik pada 2020 dan bisa mulai dimanfaatkan pengembang maupun pembeli meskipun belum begitu menjulang.

Sepanjang 2019, penjualan rumah kelas menegah atas hingga atas memang terkendala dengan pembeli di ceruk pasar , kata Lukas, umumnya dari golongan kaya.

“Golongan itu biasanya sudah punya rumah, tapi mereka beli lagi buat investasi atau rumah kedua. Kondisi 2019, dengan pesta demokrasi yang gila-gilaan mereka wait and see,” ungkapnya kepada Bisnis belum lama ini.

Selain yang mau investasi, orang yang memerlukan ruang untuk kantor guna melebarkan usahanya juga masih wait and see dan lihat situasi, tetapi 2020, dengan kondisi masa pesta politik yang sudah usai dan sejumlah relaksasi insentif mulai berjalan, seharusnya penjualan untuk hunian kelas atas bisa lebih baik.

“Melihat banyak pengembang berencana meluncurkan produk mewahnya tahun depan [2020] ya, itu sudah cocok sebetulnya, tahun depan soalnya kabinet sudah beres, program presiden mulai jalan, dan perpindahan ibu kota akan jadi isu penting yang akan menggerakan industri properti di Indonesia,” katanya.

Lukas menambahkan bahwa rumah yang dekat dengan transportasi umum juga bisa membuat hunian menjadi lebih bernilai. Walaupun orang yang mempunyai rumah mewah umumnya memiliki kendaraan pribadi, melihat tingkat kepadatan lalu lintas sekarang ini, orang tetap akan memilih untuk naik kendaraan umum.

“Jadi, sekarang sudah tidak lagi serba lokasi-lokasi-lokasi, tapi orang pilih akses. Rumah kalau di pinggir Jakarta, ukuran sedang, tapi dekat dengan transportasi umum dan konsep bagus, akan tetap ada pasarnya,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah mewah, pasar properti, arebi

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top