Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyelesaian 2 Proyek Air Minum Dipastikan Tak Sesuai Jadwal, Kenapa ya?

Dua proyek sistem penyediaan air minum yang mengalami pemunduran jadwal penyelesaiannya adalah SPAM Umbulan dan Bandar Lampung.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Desember 2019  |  15:05 WIB
Petugas mengecek kolam penampungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Petugas mengecek kolam penampungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas memastikan jadwal penyelesaian dua proyek sistem penyediaan air minum mundur dari target seiring dengan kasus hukum pada porsi proyek yang dibiayai anggaran negara.

Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan bahwa dua proyek system penyediaan air minum (SPAM) yang mengalami pemunduran jadwal penyelesaian adalah SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung.

Kedua proyek itu bergulir lewat kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Semula, SPAM Umbulan rampung tahun ini, kemudian mundur menjadi Maret 2020.

Wahyu menyebutkan bahwa pada kedua proyek tersebut, pekerjaan konstruksi porsi APBN terhambat karena kasus hukum yang melibatkan empat pejabat Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.

Keempat pejabat tersebut dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember 2018 karena diduga mengatur lelang pembangunan SPAM tahun anggaran 2017—2019 di Umbulan, Lampung, Toba, Katulampa, dan Donggala.

"Untuk [bagian] KPBU sendiri tidak bermasalah. Yang bermasalah ini yang di luar [porsi APBN] sehingga mau tidak mau secara sistem ini menghambat," tuturnya di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Dua proyek SPAM tersebut memang mendapat dukungan konstruksi dari pemerintah melalui Kementerian PUPR.

Dalam catatan Bisnis, dukungan tersebut berupa pembangunan pipa dari titik offtake ke jaringan distribusi utama dan fasilitas pendukung lainnya.

Secara umum, progres konstruksi SPAM Umbulan yang menjadi porsi badan usaha pelaksana PT Meta Adhya Tirta Umbulan telah mencapai 95 persen.

Menurut Wahyu, sisa pekerjaan masih terkendala perizinan pemasangan pipa di beberapa lokasi di Surabaya. Walhasil, target penyelesaian mundur semula Desember 2019 menjadi Maret 2020.

Proyek SPAM Umbulan merupakan proyek KPBU yang menelan investasi Rp2,05 triliun. Selain dukungan konstruksi, pemerintah juga memberi dana dukungan tunai sebanyak Rp818 miliar dalam proyek tersebut.

Sejauh ini, proyek SPAM Umbulan merupakan proyek air minum dengan kapasitas terbesar, yakni 4.000 liter per detik. Kapasitas sebesar itu cukup untuk melayani 310.000 sambungan pelanggan atau setara 1,30 juta jiwa.

Sementara itu, penyelesaian pembangunan SPAM Bandar Lampung dipastikan juga molor.

Wahyu menyebutkan bahwa progres konstruksi yang dikerjakan badan usaha pelaksana, yakni PT Adhya Tirta Lampung telah mencapai 90 persen. Namun, jadwal penyelesaian bakal molor karena terdapat pekerjaan paket APBN yang terkena kasus KPK.

Paket tersebut baru bisa dikerjakan pada Januari 2020. Walhasil, proyek SPAM dengan kapasitas produksi 750 liter per detik itu baru bisa dinikmati pada Agustus 2020.

Proyek dengan investasi badan usaha sebesar Rp1,10 triliun akan menjadi sumber air minum bagi 60.000 sambungan pelanggan di Bandar Lampung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum spam umbulan KPPIP spam bandar lampung
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top