Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor UKM Jadi Pasar Potensial Industri Kemasan

Optimalisasi segmen UKM diyakini bakal memacu pertumbuhan industri kemasan pada 2020 yang diperkirakan mencapai kisaran 6% - 7%.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 20 Desember 2019  |  16:02 WIB
Seorang pekerja melakukan proses produksi minuman kemasan Nu Green Tea Royal Jasmine di pabrik PT ABC President Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Rabu (16/4/2014). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Seorang pekerja melakukan proses produksi minuman kemasan Nu Green Tea Royal Jasmine di pabrik PT ABC President Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Rabu (16/4/2014). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Para pelaku industri kemasan didorong memaksimalkan segmen usaha kecil dan menengah lantaran potensinya besar dan terus berkembang.

Optimalisasi pada segmen pasar ini bakal memacu pertumbuhan industri kemasan pada 2020 yang diperkirakan mencapai kisaran 6% - 7%.

Hengky Wibawa, Ketua Federasi Pengemasan Indonesia, mengatakan saat ini industri kemasan dominan di Pulau Jawa, khususnya di Jabodetabek dan Surabaya. Industri kemasan di luar wilayah itu, katanya, juga bertumbuh, tetapi masih menyisakan peluang di sektor UKM.

Menurutnya, potensi itu kian signifikan dan perlu dioptimalkan pada 2020. "Karena yang belum digarap itu satu pasar UKM, seperti di Sulawesi, wilayah Nusa Tenggara, dan juga bahkan Bali," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Guna memanfaatkan ceruk pasar itu, Hengky mengakui bahwa pelaku industri kemasan dihadapkan pada sebuah kendala, yakni volume permintaan yang kecil dari setiap UKM, kendati secara keseluruhan nilainya besar.

Volume permintaan dalam jumlah kecil yang datang dari UKM dinilai membutuhkan biaya logistik yang besar. menilai pelaku industri kemasan perlu memanfaatkan penerapan teknologi informasi.

"Kami harus memikirkan cara mendorong industri dengan e-commerce dan juga pemanfaatan IoT [internet of things]. Ini memang era kolaborasi," ujarnya.

Hengky mengakui bahwa pihaknya mematok target konservatif pada 2020 di tengah upaya pembaruan mesin produksi untuk memenuhi perubahan gaya hidup konsumen.

Federasi Pengemasan Indonesia mematok target pertumbuhan sekitar 6% - 7% sepanjang 2019. Menurutnya, realisasi pertumbuhan pada kisaran itu hampir terjadi di semua subsektor industri pengemasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kemasan
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top