Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Taiwan Bangun Kapal Nelayan di Indonesia

Taiwan melalui salah satu perusahaan perkapalannya, Chien Fu Shipbuilding Co, menyatakan kesiapannya untuk membangun kapal nelayan modern berteknologi baru berbahan fiber reinforced plastics (FRP) di Indonesia dengan menggandeng dua perusahaan nasional.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Desember 2019  |  14:22 WIB
Kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - Antara/Oky Lukmansyah
Kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - Antara/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Taiwan melalui salah satu perusahaan perkapalannya, Chien Fu Shipbuilding Co, menyatakan kesiapannya untuk membangun kapal nelayan modern berteknologi baru berbahan fiber reinforced plastics (FRP) di Indonesia dengan menggandeng dua perusahaan nasional.

Direktur Departemen Administrasi dan Perencanaan Ship and Ocean Industries R&D Center (SOIC) Taiwan Ming-Hsien Tsan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/12/2019), menjelaskan kedua mitra lokal itu yakni PT. Indomina Cipta Agung dari Semarang dan PT. Kelola Mina Laut (KML Food).

"Chien Fu memilih kota Surabaya Jawa Timur sebagai lokasi usaha mereka di Indonesia dan akan mulai kegiatannya tahun depan," kata Ming.

SOIC adalah lembaga pengembangan industri kelautan asal Taiwan yang mempertemukan Chien Fu dengan kedua mitra lokal tersebut.

Ming menjelaskan, alasan mereka akan membangun kapal dengan teknologi FRP karena selain ramah ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan material kayu untuk kapal nelayan dalam jumlah yang signifikan, juga memiliki harganya sama dengan bahan kayu, namun ketahanannya lebih tinggi.

"Jadi, FRP ini jauh lebih ekonomis bagi para nelayan Indonesia," kata Ming.

Dia menambahkan, PT. Kelola Mina Laut akan mengirimkan beberapa pegawainya ke Taiwan untuk langsung mempelajari teknologi dan cara pembangunan kapal nelayan berbobot 30-50 ton tersebut. Pelatihan ini diperkirakan akan memakan waktu setahun.

Setelah itu, Chien Fu juga akan mengirimkan beberapa tenaga ahlinya untuk mengawasi proses pembangunan kapal dan mengantisipasi permasalahan teknis yang mungkin muncul selama proses.

Hal itu dilakukan untuk menjamin kelancaran proses transfer teknologi berjalan dengan baik.

Ming juga mengakui bahwa saat ini Indonesia membutuhkan transfer teknologi karena industri perikanan Indonesia adalah terbesar di Asia Tenggara, sehingga peluang pengembangan industri kapal nelayan masih sangat tinggi.

Selain potensi usaha perikanan yang besar, kata Ming, ekspansi usaha ini juga sejalan dengan New Southbond Policy Taiwan, yang diharapkan akan memperkuat kerja sama bilateral negara tersebut dengan sejumlah negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan, khususnya Indonesia.

Chien Fu Shipbuilding Co, Ltd. didirikan pada 1942 dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Taiwan yang bergerak dalam usaha konstruksi kapal penangkap ikan.

Pada beberapa tahun terakhir, Chien Fu telah berhasil mengembangkan berbagai jenis kapal penangkap ikan, misalnya FRP suhu rendah, kapal pukat dan pengangkut tongkang.

Saat ini, perusahaan memiliki kemampuan untuk membangun 13 jenis perahu sampai dengan ukuran 50 meter (150 feet) dalam satu waktu produksi dan memperbaiki dan memelihara berbagai jenis dan ukuran kapal.

Chien Fu juga memiliki dua anak perusahaan, Chien Yuan Shipbuilding Co, Ltd dan Chien Ming Shipbuilding Co Ltd untuk pembangunan kapal penangkap ikan berbobot 400 ton - 600 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan kapal nelayan

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top