Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengoperasian Jalan Tol Baru Berkah bagi Pengembang

Adanya infrastruktur yang lebih memadai membuat pengembang menjadi lebih percaya diri untuk membuka cadangan lahan mereka.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Desember 2019  |  18:52 WIB
Pengendara melaju saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas contraflow (lawan arah) yang diberlakukan di ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cikunir arah Pondok Indah km 47, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/9). - Antara
Pengendara melaju saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas contraflow (lawan arah) yang diberlakukan di ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cikunir arah Pondok Indah km 47, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang menilai properti wilayah Tangerang akan makin menjanjikan ke depannya setelah ruas tol Kunciran—Serpong yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road II diresmikan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini.

Direktur PT Pancakarya Griyatama Norman Eka Saputra mengatakan bahwa dengan adanya jalur tol yang baru dibuka, dampak positifnya akan menjalar.

"Jadi, karena masih banyak juga yang dalam tahap pengembangan, memang dampaknya tidak bisa secara langsung. Pasar properti di sini [Tangerang] bakal seperti permata yang belum diasah karena akan menguntungkan bagi pengembang dan bagi pengunjung yang melakukan business trip dan menginap di sini," jelasnya, Sabtu (14/12/2019).

Norman melanjutkan bahwa jika dilihat dari pasar properti, dengan adanya infrastruktur yang lebih memadai, pengembang menjadi lebih percaya diri untuk membuka cadangan lahan mereka yang prospeknya bagus untuk melakukan pengembangan dengan skala yang lebih kecil.

"Dampaknya orang di segmen di bawah di harga Rp1miliar itu sekarang mulai masuk, beli barang. KPR [kredit pemilikan rumah] bakal bagus, properti bakal terdorong. Soalnya selama ini pengembang seperti BSD, Summarecon, Alam Sutra mikirnya buat apa buka tanah bagus buat hunian yang harganya 1 miliar karena kemarin belum ada akses, enggak ada pasarnya," katanya.

Adapun, kata Norman, dengan mengembangkan properti lebih luas untuk diakses orang dengan kisaran bujet di Rp1 miliar, juga bisa menjalankan program 321 dari pemerintah, yakni membangun 3 rumah murah, 2 rumah menengah, dan 1 rumah mewah.

Kemudian, ke depan faktor yang paling penting diperhatikan adalah orang yang sudah biasa menaruh uang di bank akan mulai kembali berinvestasi di properti. Pasalnya dengan suku bunga acuan yang turun investor akan mencari inatrumen lain yang lebih menguntungkan, salah satunya properti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tangerang pengembang rumah
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top