Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produk Halal : Wapres Ma'ruf Amin Minta Sri Mulyani Siapkan Peta Jalan

Pasar halal dunia bernilai US$2,1 triliun dolar pada 2017 sehingga Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia harus bertransformasi menjadi produsen pemasok produk halal terbesar di dunia. 
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 13 Desember 2019  |  12:15 WIB
Produk halal - Reuters/Stephane Mahe
Produk halal - Reuters/Stephane Mahe

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia terus berupaya memacu pasar produk halal terbesar di dunia. Nilai konsumsi produk halan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menuturkan saat ini pasar halal dunia bernilai US$2,1 triliun dolar pada 2017 sehingga Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia harus bertransformasi menjadi produsen pemasok produk halal terbesar di dunia. 

"Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Brasil yang merupakan eksportir produk halal nomor satu di dunia dengan nilai US$5,5 miliar. Disusul oleh Australia dengan nilai US$2,4 miliar," kata Ma'ruf dalam pengukuhan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia 2019—2023 di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia saat ini merupakan konsumen halal terbesar dunia dengan konsumsi hingga 10% dari total produk halal dunia.

"Indonesia hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor. Padahal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya dapat menjadi produsen produk halal untuk kebutuhan pasar domestik dan bahkan dapat menjadi eksportir produk-produk halal untuk pasar halal dunia," katanya.

Ma'ruf Amin menambahkan presiden dan wakil presiden melalui Komite Nasional Keuangan Syariah akan memimpin langsung transformasi Indonesia menjadi pusat ekonomi Islam dunia ini. 

Meski begitu, pengembangan ekonomi Islam tidak akan dibenturkan dengan keuangan konvensional. 

Ma'ruf menekankan Indonesia menganut sistem ekonomi ganda yakni konvensional dan syariah. Untuk itu, dalam pengembangannya akan saling menguatkan. 

"Visi pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah, harus diletakkan sebagai sebuah pilihan aktivitas ekonomi yang rasional bagi masyarakat [bebas memilih].  Sehingga, ekonomi dan keuangan Syariah bukan merupakan hal yang eksklusif, tapi menjadikanya bersifat universal," katanya.

Untuk itu, wakil presiden meminta IAEI yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan kajian langkah percepatan dalam menciptakan ekonomi syariah terbesar di dunia ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikasi halal produk halal wapres ma'ruf amin
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top