Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan Melimpah, Harga Cakalang Kian Lemah

Pelaku usaha mengeluhkan penurunan harga cakalang atau skipjack tuna secara global akibat suplai tinggi yang tak sebanding dengan permintaan. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  09:38 WIB
Ikan cakalang - Bisnis/Rachman
Ikan cakalang - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha mengeluhkan penurunan harga cakalang atau skipjack tuna secara global akibat suplai tinggi yang tak sebanding dengan permintaan. 

General Manager Indonesian Pole & Line and Handline Fisheries Association (AP2HI) Abdul Muis Sulaiman menjelaskan harga cakalang mengalami penurunan sejak 2 tahun ke belakang. Padahal, pada 2017 cakalang sempat mencapai angka US$2.300/ton. 

Namun, mengacu harga global di Bangkok, saat ini cakalang menyentuh US$850/ton. “Itu dari minggu lalu turun 10% [US$935/ton],” katanya saat dihubungi Bisnis, baru-baru ini. 

Menurut Abdul, harga yang bagus bagi pelaku usaha terutama para pemilik kapal sekitar US$1.400/ton. Rendahnya harga cakalang, kata dia, dipengaruhi oleh stok yang cukup banyak dan semua cold storage di Thailand dikabarkan penuh. 

Komisi Perikanan Pasifik Barat dan Tengah (Western and Central Pacific Fisheries Commission/WCPFC) yang biasanya menangkap cakalang di kawasan Pasifik pun telah mengurangi suplai. 

Usulan soal resi gudang, menurut Abdul, belum ada studi apakah bisa diterapkan dan menstabilkan harga cakalang. Adapun yang bisa menjadi solusi yakni penyerapan stok agar harga tetap stabil. 

“Kecuali tingkatkan demand nasional, tidak harus skipjack tuna diekspor,” sebutnya. Lebih lanjut, pasar baru dengan label sustainability perlu dibuat. Dengan begitu, harga cakalang bisa tetap bersaing dan menguntungkan pelaku usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan nelayan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top