Penguatan Peran Komisaris Bisa Dorong Kinerja BUMN

Penguatan peran komisaris dalam sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai dapat berdampak positif bagi kinerja perusahaan dan pertumbuhan ekonomi negara.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  10:45 WIB
Penguatan Peran Komisaris Bisa Dorong Kinerja BUMN
Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro saat memberikan paparan dalam acara diskusi panel pada gelaran BNI-Bisnis Indonesia Business Challenges 2020, di Jakarta, Senin (9/12/2019). Bisnis - Fahmi Achmad

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan peran komisaris dalam sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai dapat berdampak positif bagi kinerja perusahaan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro saat ditemui Jakarta pada Senin (9/12/2019) sore.

Menurutnya, selain memiliki fungsi pengawasan, peran komisaris dapat ditingkatkan untuk melihat peluang bisnis yang potensial untuk perusahaan. Hal ini karena komisaris pada sebuah korporasi umumnya terbebas dari kegiatan yang bersifat operasional.

“Selama ini, peran mereka [komisaris] baru sekadar memberikan saran untuk kelancaran kegiatan perusahaan. Padahal, mereka dapat diberdayakan untuk melihat kemungkinan usaha ke depannya yang dapat dimasuki perusahaannya,” jelas Ari.

Kebebasan tersebut, lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang bisnis baru. Komisaris dapat menjalin komunikasi dengan mitra-mitra potensial yang dapat meningkatkan kinerja perusahaannya.

Proses forecasting yang dilakukan komisaris ini akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan strategis untuk melakukan ekspansi. Ia pun meyakini, apabila komisaris yang ditunjuk memiliki kompetensi yang baik, hal ini juga akan berdampak pada perekonomian negara.

Ia melanjutkan, hambatan utama dalam peningkatan fungsi ini adalah sumber daya manusia yang akan menduduki jabatan ini. Mereka harus memiliki pengalaman dan kompetensi yang apik dan juga memiliki koneksi yang bagus.

“Agar peran ini dapat dijalankan, menurut saya, komisaris dalam sebuah perusahaan perlu terdiri atas orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda seperti hukum, ekonomi, dan lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya akan melakukan pemilihan anggota direksi dan komisaris BUMN secara lebih profesional. Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan kementerian teknis terkait lainnya untuk membantu Kementerian BUMN melakukan pengawasan dengan lebih optimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top