Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari Butuh Temuan Cadangan Baru

Indonesia Petroleum Association (IPA) menyatakan upaya untuk mencapai produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari membutuhkan investasi besar dan penemuan cadangan migas baru.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  16:52 WIB
Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari Butuh Temuan Cadangan Baru
President IPA Periode 2020 Louise McKenzie (tengah), Vice President IPA Ronald Gunawan (kiri) dan Direktur Eksekutif IPA Marjolinj Wajong memberikan keterangan seputar Rapat Umum Tahunan (Annual General Meeting) yang ke-48, Rabu (4/12/2019). - Bisnis/David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Petroleum Association (IPA) menyatakan upaya untuk mencapai produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari membutuhkan investasi besar dan penemuan cadangan migas baru.

Sebelumnya, SKK Migas mencanangkan target produksi minyak sebanyak 1 juta bph pada 2030. Menuju target tersebut, SKK Migas mulai memperkenalkan potensi-potensi blok migas yang dapat dieksplorasi investor.

Presiden IPA periode 2020 Louise McKenzie mengatakan target pemerintah dan SKK migas mendapatkan produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) akan sulit datang dari lapangan migas yang sudah ada.

"Target ini membutuhkan proyek dan penemuan yang baru. Kami tahu, pemerintah banyak melakukan hal untuk menciptakan peluang kesana [target 1 juta bph]," tuturnya, dalam konferensi pers Annual General Meeting IPA ke-48, Rabu (4/12/2019).

Di sisi lain, untuk meningkatkan gairah sektor migas, Wakil Presiden IPA Ronald Gunawan mengatakan pemerintah perlu terus menjamin kepastian usaha. Pasalnya, sektor ini merupakan investasi padat modal yang berorientasi jangka panjang.

"Kalau enggak ada certainty agak susah. Makanya kami berharap [aturan] kontrak itu harus terjaga selama investasi berlangsung. Itu penting karena [jadi faktor] menarik para investor untuk berinvestasi," katanya.

Ronald mengakui selama tiga tahun terakhir, sudah ada perbaikan kualitas perizinan migas di Tanah Air. Dia berharap, pemerintah terus menyederhanakan perizinan dan peraturan agar target pemerintah terkait produksi migas tercapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak, investasi migas

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top