Garuda Angkut Harley Davidson Ilegal, Begini Reaksi Sri Mulyani

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah menginvestigasi kasus dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson yang diangkut pesawat anyar maskapai Garuda Indonesia berjenis A300-900 Neo.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  14:41 WIB
Garuda Angkut Harley Davidson Ilegal, Begini Reaksi Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi keynote speaker dalam The 14th Gaikindo International Automotive Conference di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (24/7). - BISNIS.COM/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah menginvestigasi kasus dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson yang diangkut pesawat anyar maskapai Garuda Indonesia berjenis A300-900 Neo.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui modus penyelundupan memang kerap terjadi.

"Kita memahami modus-modus untuk penyelundupan itu terjadi berbagai cara," ujarnya, Selasa (3/12/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, sejatinya kasus penyelundupan tidak hanya terjadi sekali.

Sri Mulyani mencontohkan, kecurangan serupa pernah ditemukan pada kegiatan jasa titip atau jastip dengan komoditas yang lebih kecil.

Jastip adalah jasa yang melayani pembelian barang-barang titipan melalui media sosial. Kegiatan ini beberapa di antaranya ditengarai masuk kategori penyalahgunaan untuk membawa barang impor ilegal dari satu negara ke negara lain.

Sri Mulyani memastikan bakal mengetatkan pengawasan melalui Bea dan Cukai. Ia juga meminta Bea dan Cukai meningkatkan kemampuan mengendus modus penyelundupan barang ilegal. Caranya, dengan menjalin kerja sama dengan negara lain. 

"Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura, misalnya," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri mulyani, harley davidson, Bea Cukai

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top