Masih Studi, Proyek Kanal CBL Molor Hingga 2021

Nur Salam, Direktur Prasarana BPTJ, mengatakan pihaknya sebagai penanggung jawab proyek kerja sama (PJTK) masih harus menyelesaikan beberapa kajian terlebih dahulu.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  16:43 WIB
Masih Studi, Proyek Kanal CBL Molor Hingga 2021
Warga menjala ikan di pintu air yang dipenuhi busa, di hulu Kanal Banjir Timur, Jakarta Utara, Kamis (9/2). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Konstruksi proyek Inland Waterways Cikarang-Bekasi-Laut atau jalur kanal sungai angkutan logistik dipastikan molor hingga 2021.

Nur Salam, Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, mengatakan pihaknya sebagai penanggung jawab proyek kerja sama (PJTK) masih harus menyelesaikan beberapa kajian terlebih dahulu.

"Mulai dibangun kayaknya paling cepat 2021, karena kami menyelesaikan studinya dulu, beroperasi mungkin di 2022," ungkapnya kepada Bisnis.com, Senin (2/12/2019).

Proyek Inland Waterways Cikarang-Bekasi-Laut (CBL) merupakan alternatif transportasi logistik melalui kanal sungai yang menjadi salah satu proyek strategis nasional yang ditargetkan mulai konstruksi pada 2019.

Sampai saat ini, BPTJ tengah mengusukan revisi Rencana Induk PelabuhanTanjung Priok. "Itu belum masuk CBL, nanti kita masukan," terangnya.

Selain itu, BPTJ tengah mengurus perizinan terkait analisis mendalam dampak lingkungan (AMDAL) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dia mengharapkan kedua proses itu dapat selesai pada Desember 2019. Dengan begitu, proyek bisa berlanjut pada 2020 ke tahap studi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Studi tersebut merupakan pendahuluan tentang  proyek kanal yang diproyeksi menelan investasi sebesar Rp3,4 triliun tersebut.

Dia menegaskan kanal CBL tersebut akan dibangun menggunakan skema KPBU dan investasi murni. "Untuk kanalnya itu kami KPBU, tapi untuk pelabuhannya, dermaganya nanti Pelindo II yang bangun, kita tawarkan juga mungkin ada investor lain yang tertarik," urainya.

Proyek CBL akan memperpendek aktivitas logistik sehingga barang tidak perlu melalui jalur darat menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Angkutan darat hanya digunakan dari kawasan industri melalui tol dan masuk ke kanal CBL lalu diangkut kapal tongkang menuju laut lepas.

Dia meyakini kapal tongkang dapat melalui sungai yang sudah terjadi pendangkalan tersebut, karena yang dibutuhkan kedalaman hingga 4 meter dengan lebar kanal antara 30 meter--75 meter dan sudah pernah diuji coba tongkang batu bara. "Kita tinggal perlebar kanalnya antara 30 --75 meter, rata-rata kita harapkan 75 meter dalamnya 4 meter," ujarnya.

Selain itu, perkara teknis yang masih mengadang adanya jembatan yang terlalu pendek dan harus ditinggikan. Rencananya, Kementerian PUPR akan meninggikan jembatan tersebut.

Ada pula, tambahan akses jalan dari jalur tol Cilincing-Cibitung pun perlu segera dibangun begitu pula akses tol menuju lokasi CBL tersebut.

"Investornya ada perusahaan dari Belanda juga yang sempat menanyakan, tapi itu strategis sekali. Kebetulan CBL dilewati kereta api Cikarang, tinggal integrasikan saja, kalau mau bisa, tapi ini baru kanal dan jalan tol," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanjung priok, BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Kanal CBL

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top