Ada Kertajati, Begini Nasib Bandara Husein Sastranegara Versi AP II

Ini konsekuensi konsep multi-airport system di empat bandara yaitu Bandara Husein Sastranegara, Bandara Kertajati, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Soekarno-Hatta.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  20:25 WIB
Ada Kertajati, Begini Nasib Bandara Husein Sastranegara Versi AP II
Pesawat N219 mendarat, seusai melakukan uji terbang untuk ke-15 kalinya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/2). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) bakal menjadikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung sebagai pengumpul (hub) bagi penerbangan pesawat baling-baling atau turboprop untuk rute di dalam dan luar Jawa.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan hal tersebut merupakan bagian konsep multi-airport system di empat bandara yaitu Bandara Husein Sastranegara, Bandara Kertajati, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Soekarno-Hatta.

"Lokasi dan luas kawasan Bandara Husein Sastranegara sangat mendukung untuk menjadi bandara hub bagi penerbangan pesawat turboprop, dengan menghadirkan berbagai rute penerbangan baik berjadwal maupun tidak berjadwal," kata Awaluddin, Minggu (1/12/2019).

Dia menambahkan bandara berkode BDO tersebut juga dapat mendukung penerbangan general aviation untuk pariwisata dan lain sebagainya. Dengan demikian, mampu menjadi penghubung konektivitas pariwisata nasional.

Selain menjadi hub penerbangan turboprop, lanjutnya, Bandara Husein Sastranegara juga diproyeksikan menjadi pusat perawatan pesawat (maintenance, repair, overhaul/MRO) sebagai layanan nonsetop. Jenis pesawat yang dirawat juga khusus turboprop.

Nantinya, Bandara Husein Sastranegara akan mendukung Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, yang fokus melayani penerbangan pesawat jet berbadan sedang (narrow body) dan berbadan lebar (wide body).

Sementara itu, Bandara Kertajati, Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Soekarno-Hatta akan saling mendukung, sehingga setiap bandara tersebut dapat beroperasi secara efektif dan efisien serta optimal dalam mendukung perekonomian dan pariwata nasional.

"Melalui konsep multi-airport system maka lalu lintas penerbangan dan penumpang akan terdistribusi dengan baik, di mana keempat bandara tersebut saling mendukung satu sama lain," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kertajati, bandara husein sastranegara

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top