Kemenhub Siapkan Personil Navigasi Paham Teknologi ADSB

Pengoperasian peralatan ADS-B terdapat di 30 lokasi dan pada 2020 akan bertambah lagi sebanyak 18 lokasi.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  16:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kemenhub mempersiapkan personel yang berkompeten dalam implementasi Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B).

Direktur Navigasi Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Asri Santosa mengatakan pihaknya sedang fokus dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi, khususnya SDM penerbangan melalui bidang pendidikan di wilayah Timur Indonesia, seperti bagian Air Traffic Controllers (ATC), teknisi penerbangan, dan inspektur penerbangan.

"Diharapkan semua perwakilan dari regulator dan operator termasuk dunia pendidikan dapat mendukung dan menyiapkan infrastrukturnya sebagai bahan ajar praktek implementasi ADS-B yang saat ini telah diterapkan di Indonesia," katanya dalam siaran pers, Senin (2/12/2019).

Dia menambahkan ADB-S merupakan perkembangan teknologi di bidang aeronautical surveillance untuk ruang udara Indonesia. Pengoperasian peralatan ADS-B terdapat di 30 lokasi dan pada 2020 akan bertambah lagi sebanyak 18 lokasi.

Dia menjelaskan manfaat peralatan ADS-B antara lain meningkatkan keselamatan penerbangan, meningkatkan kapasitas ruang udara, menciptakan efisiensi penerbangan pesawat, menambah akurasi pendeteksian posisi pesawat terbang.

Selain itu, menurunkan biaya infrastruktur dan perawatan peralatan surveillance penerbangan, serta sebagai cadangan bagi peralatan radar saat dilakukan perawatan rutin.

Implementasi ADB-S telah dilakukan Indonesia sejak 20 Juli 2017,  untuk memberikan pelayanan ATS Separation setara dengan pelayanan radar pada ketinggian (flight level) FL 245 hingga FL 600. Implementasi ADS-B untuk ATS Separation akan terus diperluas dan ditingkatkan.

Rencananya mulai 2020, ADS-B akan digunakan untuk ATS Separation pada beberapa ruang udara kelas A, B, C, D, E, dan G mulai surface sampai dengan ketinggian FL 600.

Peralatan ADS-B memiliki kemampuan memproses sinyal ADS-B dari pesawat dengan standar terbaru DO260B. Implementasi ADS-B, Indonesia dapat turut berperan meningkatkan keselamatan penerbangan sipil pada skala Regional maupun Internasional melalui program ADS-B Data Sharing yang direkomendasikan oleh ICAO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
layanan navigasi penerbangan, AirNav

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top