Indeks Harga Komoditas Ekspor Berpotensi Melemah Hingga Akhir Tahun

Harga komoditas ekspor Indonesia diproyeksi masih terperangkap di tren pelemahan hingga akhir tahun. Namun, kehati-hatian produsen akibat penurunan harga tersebut berpeluang dapat membatasi penurunan
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  22:59 WIB
Indeks Harga Komoditas Ekspor Berpotensi Melemah Hingga Akhir Tahun
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas ekspor Indonesia diproyeksi masih terperangkap di tren pelemahan hingga akhir tahun. Namun, kehati-hatian produsen akibat penurunan harga tersebut berpeluang dapat membatasi penurunan.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan bahwa walaupun secara keseluruhan tren pergerakan komoditas masih akan melemah, penurunan di pengujung tahun ini tampaknya cenderung lebih stabil, terhindar dari jatuh tajam dan disertasi beberapa fase konsolidasi.

Dia menilai penurunan harga komoditas akibat permintaan yang lemah kemungkinan dapat berdampak pada kehati-hatian produsen atau perusahaan komoditas untuk menekan kerugian dan menjaga capital expenditure.

"Jadi walau harga melemah masih tampak terkendali karena berkurangnya pasokan yang dipicu dari penurunan belanja modal produsen," ujar Wahyu saat dihubungi Bisnis, Senin (2/12/2019).

Wahyu mengatakan bahwa ancaman terbesar bagi harga komoditas hingga akhir tahun masih di sekitar pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian hubungan dagang antara AS dan China.

Sementara itu, nikel yang menjadi salah satu komoditas dengan kinerja positif hingga kuartal III/2019 justri diproyeksi dapat memperparah penurunan indeks harga komoditas ekspor Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan jika berkaca dari data Bloomberg, memasuki kuartal IV/2019 harga nikel telah berbalik melemah dan telah turun 20,62% sejak awal Oktober, kembali bergerak di bawah US$14.000 ton. Oleh karena itu, dia memperkirakan indeks harga komoditas ekspor Indonesia terkontraksi lebih besar di akhir tahun.

Adapun, mengutip laporan tinjauan kebijakan moneter Bank Indonesia kuartal III/2019, indeks harga komoditas ekspor Indonesia hingga 6 November 2019 telah bergerak turun sebesar 4%, lebih besar dibandingkan dengan penurunan sepanjang tahun lalu sebesar 2,18%.

Bank Indonesia menyebutkan bahwa indeks harga komoditas ekspor Indonesia turun disebabkan oleh penurunan harga komoditas batu bara, CPO, dan komoditas logam kecuali nikel.

Kendati demikian, menurunnya harga komoditas tahun ini yang sejalan dengan potensi pemangkasan produksi produsen komoditas dapat menjadi harapan adanya rebound terhadap indeks harga komoditas ekspor Indonesia pada tahun depan.

Hal tersebut dikarenakan potensi beli ketika harga rendah dan defisit pasokan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top