Ada Tol Trans-Sumatra, PO SAN Luncurkan 7 Unit Bus Baru

Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera Kurnia Lesani Adnan menyatakan ketujuh bus itu terdiri atas empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836. 
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  20:14 WIB
Ada Tol Trans-Sumatra, PO SAN Luncurkan 7 Unit Bus Baru
Armada baru PO SAN. BISNIS - Puput Ady Sukarno

Bisnis.com, BENGKULU - Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa, perusahaan angkutan bus asli Bengkulu yang sudah dirintis sejak 1978, berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para konsumen setianya dengan meluncurkan 7 bus remium baru.

Direktur Utama Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PT SAN Putra Sejahtera) Kurnia Lesani Adnan menyatakan ketujuh bus itu terdiri atas empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836. 

Dia menyadari bahwa saat ini terdapat banyak faktor yang membuat moda transportasi bus belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat. 

“Kondisi di jalan raya yang macet, armada yang dinilai kurang layak, sumber daya manusia yang dinilai kurang mengedepankan pelayanan, membuat bus tidak bisa bersaing dengan moda angkutan lain dan akhirnya masyarakat meninggalkan bus. Dengan demikian perlu terus dilakukan pembenahan,” tegasnya di sela-sela serah terima 7 bus baru premium di pul bus PO SAN Bengkulu, Minggu (1/12/2019).

Proses serah terima dilakukan oleh Jung-Woo Park, President Director PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) kepada H Hasanuddin Adnan, pemilik sekaligus Komisaris Utama PT SAN Putra Sejahtera.

Menurut Sani, pembenahan itu juga memperbaiki citra bus secara umum, sehingga masyarakat bisa mendapatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan dengan bus.

Dia menambahkan pengerjaan bodi ketujuh bus itu dilakukan di karoseri Laksana di Ungaran, Jawa Tengah yang merupakan satu-satunya karoseri di Indonesia yang sudah lulus uji ECE R66 Rolling Test. 

“Jadi untuk mesin kami menggunakan Mercedes Benz, karoseri menggunakan Laksana, dan untuk AC kami menggunakan Thermo King. Kami inginkan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga kami tidak segan untuk berinvestasi sebesar Rp15 miliar untuk ketujuh bus ini,” kata Sani.

Sebenarnya, penggunaan bus mewah terbaik untuk Bus Antarpulau Sumatra dan Jawa itu bukan yang pertama dilakukan oleh PO SAN.

Sebelumnya PO SAN juga sudah menggunakan bus dengan chassis premium dengan Engine Horse Power dan torsi besar juga dilengkapi dengan fitur air suspensi, brake retarder, ABS, EBS, ESP, Cuise control, transmisi automatic serta fitur-fitur yang melekat pada bus mewah. Semua itu untuk menunjang keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang bus PO SAN selama di perjalanan. 

Sementara itu mulai 2018, PO. SAN juga mempelopori 3 unit Mercedes-Benz OC500RF 2542 juga dengan fitur yang melekat pada premium namun lebih panjang pada umumnya bus di Indonesia yakni 13,5 meter. Rata-rata bus di Indonesia panjangnya 12 meter. 


Menurutnya dengan penggunaan bus terbaik dan terkuat di kelas premium trrdebut, Sani yakin bus ini bisa tetap modern hingga 10 sampai 15 tahun ke depan. 


"Bus-bus tersebut akan bisa mengantarkan masyarakat Sumatera dan Jawa melintas di Tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa dengan lebih nyaman," ujarnya.


Saat ini PO. SAN memiliki 120 unit bus, namun yang dioperasikan hanya 94 unit armada. Hal ini terjadi karena 26 unit bus terkena batasan umur dan akan segera dipotong untuk dijadikan besi tua. 


Adapun untuk bus premium, dari total armada yang dimilikinya saat ini, PO. SAN memiliki 29 bus premium berbagai kelas mulai Scania K310ib, Scania K360ib Comfort Shift & Opticruise, Scania K410ib, Mercedes-Benz O 500 RS-1836 (2-axle) dan Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 (3-axle). 


“PO. SAN akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Dengan harapan dapat terus memberikan pelayanan terbaik di setiap rute pelayanan kami. Karena motto PO. SAN adalah Transport With Care,” tegas Sani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bus akap

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top