Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Arifin Tegaskan Formula Harga Solar Bersubsidi Tak Berubah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menampik kabar rencana perubahan formula harga solar subsidi. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 25 November 2019  |  16:06 WIB
Ilustrasi - Antara/Dedhez Anggara
Ilustrasi - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menampik kabar rencana perubahan formula harga solar subsidi. 

Saat ini, dasar penghitungan formula harga solar bersubsidi menggunakan Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/10/MEM/201 tentang Formula Harga Dasar Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan. Formula harga dasar solar subsidi ini menggunakan 95% harga indeks pasar (HIP).

Dia mengatakan sejauh ini harga solar bersubsidi tetap menggunakan formula yang ada. "Enggak ada formula baru kok. Tetap yang ada sekarang," katanya, Senin (25/11/2019).

Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) Suresh Vembu mengatakan keberatan atas formula yang ada. Hal itu pun telah disampaikan ke Kementerian ESDM. 

"Katanya Kementerian ESDM akan mengubah formula itu,” ujarnya.

Adapun untuk kuota penyaluran solar bersubsidi tahun depan, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan berdasarkan Sidang Komite BPH Migas pada 11 November lalu, kuota solar bersubsidi AKR dialihkan ke PT Pertamina (Persero). AKR telah berhenti menyalurkan solar bersubsidi sejak Mei lalu.

AKR menghentikan sementara penyaluran BBM bersubsidi karena alasan perubahan formula harga yang ditetapkan tidak ekonomis bagi perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar subsidi bbm
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top