Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Dilaporkan ke WTO Terkait Nikel, Kementerian ESDM Tanggapi Santai

Uni Eropa resmi mengadukan Indonesia ke organisasi perdagangan dunia atau WTO terkait dengan pelarangan ekspor bijih nikel mulai 2020 Jumat (22/11/2019) waktu setempat.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 November 2019  |  15:23 WIB
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa resmi mengadukan Indonesia ke organisasi perdagangan dunia atau WTO terkait dengan pelarangan ekspor bijih nikel mulai 2020 Jumat (22/11/2019) waktu setempat.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan pihaknya tak masalah Uni Eropa melaporkan Indonesia kepada WTO. Dia menyatakan pemerintah siap menjelaskan alasan mengapa larangan ekspor bijih nikel dipercepat. 

"Biasa saja. Kami jelaskan bahwa kami ingin mengelola sendiri," ujarnya di Kementerian ESDM, Senin (25/11/2019). 

Menurutnya, percepatan larangan ekspor nikel ini dilakukan karena pada 2021 akan ada 37 pabrik smelter yang beroperasi. Fasilitas pemurnian tersebut akan membutuhkan pasokan bijih nikel dalam jumlah besar. 

"Sebentar lagi untuk pabrik [kebutuhan] cukup besar sehingga kami perlu konservasi. Kan gitu aja," katanya. 

Hingga saat ini, kementerian ESDM belum menerima nota resmi terkait pelaporan Indonesia ke WTO terkait percepatan pelarangan ekspor bijih nikel tersebut. 

"Kami belum terima langsung nota resmi pelaporan indonesia ke WTO percepatan pelarangan nickel ore. Nota resminya ke siapa belum tahu saya. Saya tahu dari berita, baca saja. Saya pun enggak tahu ke siapa surat resminya diberikan," tutur Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nikel uni eropa smelter
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top