Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buka Rute Jarak Jauh, Ini Pesawat yang Dipilih Citilink Indonesia

VP Corporate Secretary Citilink Indonesia Resty Kusandarin mengatakan pesawat berbadan lebar yang dipilih memiliki kapasitas untuk melakukan penerbangan jarak jauh secara nonsetop.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 21 November 2019  |  10:30 WIB
Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat
Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). Uji coba perdana pesawat komersial dengan rute penerbangan CKG-YIA-CKG tersebut menjadi salah satu bagian persiapan operasional YIA./ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA - Citilink Indonesia, maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC), akan mendatangkan dua unit pesawat jenis Airbus A330 guna mendukung strategi maskapai dalam melakukan ekspansi rute internasional pada 2020.

VP Corporate Secretary Citilink Indonesia Resty Kusandarin mengatakan pesawat A330 memiliki kapasitas untuk melakukan penerbangan jarak jauh (long haul) secara nonsetop. Dengan demikian, jangkauan rute maskapai anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. ini akan semakin luas.

"Kami akan datangkan dua unit A330 pada tahun depan. Akan digunakan untuk rute internasional, salah satunya ke Frankfurt Jerman," katanya, Rabu (20/11/2019).

Dia mengungkapkan akan ada penambahan tiga rute internasional pada tahun depan yakni Singapura, salah satu kota di Australia, dan Frankfurt Jerman. Sebelumnya, maskapai yang identik dengan warna hijau ini sudah melayani delapan rute internasional.

Kedelapan rute tersebut antara lain Cengkareng--Kuala Lumpur, Cengkareng--Penang, Cengkareng--Pnom Phenn, Denpasar--Dili, Denpasar--Kumning, Denpasar--Perth, Denpasar--Kuala Lumpur, dan Surabaya--Kuala Lumpur.

Adapun, rata-rata tingkat keterisian kursi rute internasional mencapai 54,6 persen. Rute menuju Penang dan Kuala Lumpur merupakan yang favorit karena berkontribusi tertinggi dengan rata-rata di atas 70 persen.

Menurutnya, potensi pasar internasional bagi maskapai berkategori layanan minimum atau no frills cukup tinggi. Terlebih dengan fakta bahwa sebagian besar pelancong merupakan generasi milenial dengan penghasilan menengah, tetapi suka bepergian ke lokasi baru.

"Misalnya mau ke Perth, dengan harga mulai dari Rp1,5 juta milenial sudah bisa sampai ke sana. Padahal, beberapa tahun lalu untuk liburan ke Australia mungkin sesuatu yang mewah," ujarnya.

Guna menjaring lebih banyak penumpang yang sesuai segmen tersebut, lanjutnya, Citilink menawarkan sejumlah inovasi dan modernisasi layanan maskapai. Selain digitalisasi untuk semakin mempermudah penumpang dalam mengakses layanan, maskapai juga menawarkan berbagai menu makanan dalam penerbangan (in-flight) bervariasi, tetapi tetap terjangkau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citilink garuda indonesia airbus
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top