Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Iklim Investasi Properti Masih Perlu Pembenahan

Masa pengurusan proses perizinan IMB seharusnya bisa diperpendek sehingga menjadi lebih menarik bagi investor.  
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 21 November 2019  |  08:30 WIB
Pekerja melakukan perawatan rutin pada salah satu gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (22/11). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan perawatan rutin pada salah satu gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (22/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah diharapkan segera melakukan pembenahan dari segi regulasi maupun kebijakan untuk memperbaiki iklim investasi di sektor properti.

Upaya pembenahan dianggap perlu dilakukan untuk merespons survei yang dilakukan PwC dan Urban Land Institute mengenai Emerging Trends in Real Estate Asia Pacific 2020 yang menyebutkan bahwa pada tahun depan peringkat prospek investasi properti Jakarta akan berada di urutan ke-18. Padahal tahun ini peringkat Jakarta berada di urutan ke-17.

Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto mengatakan bahwa masih adanya aturan yang saling bertumpuk atau berbenturan serta kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang belum selaras membuat iklim investasi di Jakarta cenderung kalah bersaing jika dibandingkan dengan kota lainnya di kawasan Asia Pasifik.

“Aturan investasi kita tidak mudah dengan regulasi yang saling bertumpuk dan banyak pula yang berbenturan antara satu aturan dengan aturan yang lainnya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/11/2019).

Wendy menuturkan bahwa salah satu kebijakan yang dianggap berpotensi menghambat masuknya investasi ialah proses pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) yang membutuhkan waktu selama 2 tahun.

Dia menilai masa pengurusan proses perizinan tersebut seharusnya bisa diperpendek sehingga menjadi lebih menarik bagi investor. Hal tersebut juga diyakini bakal meningkatkan daya saing Jakarta jika dibandingkan kota-kota lainnya di Asia Pasifik.

Lebih lanjut, Wendy menuturkan peringkat prospek investasi properti Jakarta ke depannya berpeluang membaik asalkan ada kemauan politik dari pemerintah.

Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan prospek investasi Jakarta antara lain adalah memperbaiki regulasi yang dianggap masih menghambat masuknya investasi, serta relaksasi pajak, atau bea investasi awal.

“Pemerintah sebenarnya sudah memberikan beberapa inovasi, tetapi tidak cukup karena perlambatan pertumbuhan sektor properti sudah berlangsung cukup lama dan juga terpengaruh dari efek ekonomi global,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iklim investasi imb
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top