Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Konsumsi Busana Muslim Mencapai Rp300 Triliun per Tahun

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan potensi pasar fesyen muslim masih terbuka lebar, akan tetapi kompetisi lokal maupun global juga semakin ketat.
Jakarta Modest Fashion Week 2018/Bisnis
Jakarta Modest Fashion Week 2018/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, yang menjadi negara terbesar ketiga di dunia dan menghabiskan sekitar US$20 miliar per tahun atau sekitar Rp300 triliun.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan potensi pasar fesyen muslim masih terbuka lebar, akan tetapi kompetisi lokal maupun global juga semakin ketat. Maka, pelaku fesyen nasional harus mampu menangkap perubahan, berkreativitas dan berinovasi, meningkatkan produktivitas serta memperkuat brand sehingga mampu memenangkan pasar lokal maupun global.

Menurut Thomson Reuters, pangsa pasar ekonomi Islam diperkirakan terus tumbuh hingga US$3.007 miliar pada 2023. Adapun jumlah penduduk muslim dunia yang mencapai 1,8 miliar jiwa atau 24% dari populasi global, dan pesatnya populasi generasi muslim milenial juga turut mempengaruhi prospek dan tren fesyen muslim ke depan.

“Indonesia merupakan konsumen busana muslim terbesar ketiga di dunia yang menghabiskan sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Maka produk fesyen muslim Indonesia potensial sebagai komoditi untuk mengintegrasikan kerja sama internasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Dia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sejalan dengan target yang dicanangkan oleh pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia. Dengan target untuk memasarkan produk busana muslim Indonesia ke skala global, Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC).

National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma menuturkan bahwa industri fesyen muslim Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan yang juga menawarkan keragaman konten lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain sehingga menjadi potensi dan nilai tambah untuk dipasarkan ke skala global dan menciptakan citra bahwa Indonesia telah bersiap sebagai pusat industri halal global.

Menurut Ali, sinergi antara BI, IFC, dan IHLC akan menciptakan kekuatan dan pengaruh cukup besar dalam ekonomi keuangan syariah tingkat nasional maupun internasional dan pada akhirnya dapat mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper