KABAR PASAR 14 NOVEMBER: Sektor Hulu Migas Keteteran, Adu Kuat Bea Cukai Vs Freeport

Berita mengenai realisasi investasi di sektor hulu minyak dan gas serta sengketa antara PT Freeport Indonesia dan Ditjen Bea Cukai menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, Kamis (14/11/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 November 2019  |  08:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai realisasi investasi di sektor hulu minyak dan gas serta sengketa antara PT Freeport Indonesia dan Ditjen Bea Cukai menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, Kamis (14/11/2019).

Berikut ini sejumlah ringkasan topik utamanya:

 

Sektor Hulu Migas Keteteran. Realisasi investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi hingga akhir 2019 diproyeksikan tak mencapai target. Di sisi lain, pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan semakin melambat.

Adu Kuat Bea Cukai Vs Freeport. Sengketa antara PT Freeport Indonesia (PT FI) dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan berbuntut panjang. Selain tengah mengajukan upaya hukum luar biasa ke Mahkamah Agung (MA), Bea Cukai masih harus menghadapi 128 banding yang masih berproses di Pengadilan Pajak.

Pertamina Kebut Pengerjaan Jambaran-Tiung Biru. Jambaran Tiung Biru (JTB) sebagai proyek infrastruktur strategis nasional Pertamina melaju pasti. Proyek pengembangan Lapangan Gas Unitisasi ini akan menjadi penggerak perekonomian dengan menjawab kebutuhan pasokan gas bagi industri.

Investasi Rp700 Triliun Terhambat. Investasi asing senilai lebih dari Rp700 triliun yang siap masuk ke Indonesia terhambat sejumlah permasalahan domestik seperti perizinan dan kurang sinkronnya regulasi pemerintah pusat dan daerah.

Menguji Keseriusan Trump dan Xi. Bisnis, JAKARTA — Pasar seolah diberi harapan palsu seiring dengan realisasi penandatanganan kesepakatan dagang tahap awal antara Amerika Serikat dan China yang kembali tertunda untuk kesekian kalinya.

Sebelumnya, negosiator perdagangan AS dan China sepakat untuk mempertemukan kedua presiden dalam rangka penandatanganan perjanjian khusus yang akan membuka peluang berakhirnya perang dagang. Agenda yang sejatinya dilakukan bersamaan dengan perhelatan KTT APEC di Cile terpaksa ditunda, dipicu oleh kerusuhan yang terjadi di Santiago pada akhir Oktober

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global, kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top