Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBB: Perang Dagang AS-China sama-sama Pukul Ekonomi Kedua Negara

Perang dagang AS-China telah merugikan ekonomi kedua negara akibat penurunan tajam ekspor dan harga yang lebih tinggi bagi konsumen, menurut lapran PBB.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 November 2019  |  11:59 WIB
Perang dagang AS China - istimewa
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perang dagang AS-China telah merugikan ekonomi kedua negara akibat penurunan tajam ekspor dan harga yang lebih tinggi bagi konsumen, menurut lapran PBB.

Sebuah laporan baru oleh Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menemukan dampak negatif kenaikan tarif yang diberlakukan oleh dua ekonomi terbesar di dunia itu. Dalam penelitian itu ditemukan bahwa ekonomi keduanya sama-sama memburuk yang pada gilirannya berisiko terhadap ekonomi global, menurut badan dunia itu memperingatkan.

"Perang dagang kalah-kalah (lost-lost) tidak hanya merugikan pesaing utama, tetapi juga membahayakan stabilitas ekonomi global dan pertumbuhan di masa depan," kata Kepala Divisi Perdagangan dan Komoditas Internasional UNCTAD, Pamela Coke Hamilton dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (6/11/2019).

Perang dagang AS-Cina sejak tahun lalu telah membuat tarif yang dikenakan untuk barang-barang impor mencapai nilai ratusan miliar dolar AS.
Berdasarkan analisa UNCTAD yang melihat dampak dari tarif AS, ditemukan penurunan 25% impor AS atas produk Cina yang dikenai sanksi pada paruh pertama tahun 2019 saja.

"Tarif Amerika Serikat untuk China secara ekonomi telah merugikan kedua negara," laporan itu menyimpulkan.
Ekonom UNCTAD, Alessandro Nicita mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa selama fase awal konflik, "sebagian besar biaya tarif dikenakan ke konsumen atau perusahaan AS.

Tetapi dia mengatakan bahwa eksportir China juga semakin menurunkan harga barang yang dikenai tarif sebagai upaya untuk mempertahankan pangsa pasar AS mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top