Charging Mobil Listrik Sudah Bisa di Parkiran Bandara Soekarno—Hatta

Saat ini sudah terdapat charging station atau tempat pengisian baterai mobil listrik yang digunakan oleh operator taksi Blue Bird.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Oktober 2019  |  21:44 WIB
Charging Mobil Listrik Sudah Bisa di Parkiran Bandara Soekarno—Hatta
Taksi listrik Blue Bird tengah melakukan pengisian baterai di Bandara Soekarno-Hatta. - AP2

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) mendukung pengembangan kendaraan bermotor listrik nasional dengan mendirikan tempat pengisian baterai mobil listrik di Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini sudah terdapat charging station atau tempat pengisian baterai mobil listrik yang digunakan oleh operator taksi Blue Bird.

Charging station itu terletak di area gedung parkir kendaraan roda empat di Terminal 3 Soekarno-Hatta, dan merupakan yang pertama kali ada di antara bandara-bandara lain di Indonesia.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kerja sama antara Angkasa Pura II dan Blue Bird ini diharapkan dapat memelopori penggunaan kendaraan listrik di sektor pelayanan publik.

“Kami menyambut baik inisiatif Blue Bird untuk mengoperasikan taksi listrik di Soekarno-Hatta, di mana ini menjadi yang pertama di Indonesia. Angkasa Pura II akan mendukung dari sisi infrastruktur seperti misalnya area bagi charging station yang saat ini ada di Terminal 3,” jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (19/10/2019).

Saat ini baru terdapat satu stasiun pengisian baterai, dan tengah dalam pembahasan untuk ditambah.

Menurutnya, dengan menyediakan infrastruktur terkait dengan kendaraan bermotor listrik maka Angkasa Pura II juga secara langsung mendukung program percepatan pengembangan mobil listrik yang telah dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 55/2019.

PT Blue Bird Tbk. mengoperasikan dua model taksi listrik di Soekarno-Hatta, paling banyak adalah BYD e6 untuk layanan taksi reguler dengan jumlah mencapai 25 unit. Operator taksi ternama di Indonesia itu juga memiliki 4 unit Tesla Model X.

Adapun, charging station di Terminal 3 untuk mengisi baterai taksi listrik BYD memiliki rated input voltage sebesar 380V/400V AC dan operating voltage 342V-440V AC.

Waktu pengisian baterai taksi listrik di charging station itu dari kondisi kosong hingga penuh adalah sekitar 2 jam.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. Noni S. Purnomo mengatakan layanan taksi listrik ini adalah salah satu upaya perseroan untuk berperan serta dalam menjaga lingkungan.

Di sisi lain, lanjut Muhammad Awaluddin, Angkasa Pura II bersama PLN saat ini tengah membahas penyediaan fasilitas charging station untuk masyarakat umum di Soekarno-Hatta, atau dikenal dengan nama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum [SPKLU].

Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait rencana SPKLU ini telah ditandatangani Angkasa Pura II dan PLN pada 16 Oktober 2019.

Muhammad Awaluddin mengatakan pembahasan awal akan dilakukan dengan cepat maksimal dalam 1 bulan setelah penandatanganan MoU dilakukan.

“Tidak hanya tempat pengisian baterai mobil listrik yang biasa, kami akan melihat kemungkinan membangun fasilitas SPKLU yang memiliki kemampuan fast charging. Ini akan menjadi daya tarik bagi masyarakat di samping juga mendukung konsep eco-airport, serat meningkatnya daya saing Soekarno-Hatta bandara lain di Asean.”

Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pembahasan detail dengan seluruh pihak penandatanganan MoU akan dilakukan maksimal dalam waktu 1 bulan. “Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik tapi kesulitan untuk charging,” ujarnya.

Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah lalu lintas penerbangan sekitar 60% dari total yang ada di Indonesia. Sementara itu, jumlah penumpang pesawat setiap tahunnya berkisar 60-70 juta penumpang dan membuat Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia.

Oleh karena itu, kampanye pengembangan kendaraan listrik yang dicanangkan Angkasa Pura II di Soekarno-Hatta akan berdampak luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top