Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukungan Ekonom Menolak Revisi UU KPK Terus Bertambah, Kini Tembus 100 Orang

Dukungan ekonom dan akademisi melalui surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo terkait dengan penolakan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) terus bertambah. Hingga siang ini dukungan sudah tembus 100 lebih.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  15:32 WIB
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Selembar kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersibak saat berlangsungnya aksi dukungan untuk komisi tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Dukungan ekonom dan akademisi melalui surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo terkait dengan penolakan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) terus bertambah. Hingga siang ini dukungan sudah tembus 100 lebih.

"Jam 13.50 WIB genap 100 ekonom pendukung rekomendasi dan dukungan [surat terbuka kepada Presiden RI]," ujar Piter Abdullah, Ekonom Core Indonesia kepada Bisnis, Kamis (17/10/2019).

Menurutnya,  dukungan terhadap penolakan revisi UU KPK tersebut dibuka hingga pukul 23.59 WIB, seiring dengan mulai berlakunya UU hasil revisi meskipun tidak ditandatangani oleh presiden.

Jokowi sebelumnya memberikan sinyal untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menganulir UU KPK hasil revisi. Namun, rencana itu mendapat resistensi dari para partai pendukung Jokowi.

Hingga siang ini, belum ada tanda-tanda akan ada penerbitan Perppu meski kalangan mahasiswa juga mendesak dan melakukan aksi di depan Istana siang ini. Penerbitan Perppu merupakan salah satu rekomendasi ekonom dan akademisi untuk dilakukan presiden.

Berikut ini ekonom dan akademisi penandatangan rekomendasi tersebut:

1. Piter Abdullah (CORE)
2. Arti Adji (FEB UGM)
3. Vid Adrison (FEB UI)
4. Evi Noor Afifah (FEB UGM)
5. Prof. Lincolin Arsyad (FEB UGM)
6. Rumayya Batubara (FEB UNAIR)
7. Faisal Basri (FEB UI)
8. Meilanie Buitenzorgy (FEM IPB)
9. Teguh Dartanto (FEB UI)
10. Doni Dalimunthe (FEB USU)
11. Prof. Didin S. Damanhuri (FEM IPB)
12. Sahara (FEM IPB)
13. Wuri Handayani (FEB UGM)
14. Dwini Handayani (FEB UI)
15. Lukman Hakim (FEB UNS)
16. Tony Irawan (FEM IPB)
17. Prof. Hariadi Kartodihardjo (IPB)
18. Saiful Mahdi (FMIPA Unsyiah)
19. Chaikal Nuryakin (FEB UI)
20. Evita Pangaribowo (F Geografi UGM)
21. Arianto A. Patunru (ANU)
22. Yudistira Hendra Permana (Vokasi UGM)
23. Rimawan Pradiptyo (FEB UGM)
24. Prof. Sonny Priyarsono (FEM IPB)
25. BM Purwanto (FEB UGM)
26. Hengki Purwoto (FEB UGM)
27. Prof. Budy Resosudarmo (ANU)
28. Prof. Bambang Riyanto (FEB UGM)
29. Gumilang Aryo Sahadewo (FEB UGM)
30. Bhimo R. Samudro (FEB UNS)
31. Muhammad Ryan Sanjaya (FEB UGM)
32. Kresna Bayu Sangka (FKIP UNS)
33. Elan Satriawan (FEB UGM)
34. Prof. Hermanto Siregar (FEM IPB)
35. Martin Daniel Siyaranamual (FEB UNPAD)
36. Maman Setiawan (FEB UNPAD)
37. Ni Made Sukartini (FEB UNAIR)
38. A/Prof. Zulfan Tadjoeddin (WSU Australia)
39. Martua Sirait
40. Prof. Catur Sugiyanto (FEB UGM)
41. Akhmad Akbar Susamto (FEB UGM)
42. Basuki Wasis (IPB)
43. Sanjiwacika Wibisana (FEB UGM)
44. Prof. Tri Widodo (FEB UGM)
45. Firman Witoelar (ANU)
46. I Dewa Gede Karma Wisana (FEB UI)
47. M. H. Yudhistira (FEB UI)
48. Prof. Arief Anshori Yusuf (FEB UNPAD)
49. Amri Anjas Asmara (FEB UGM)
50. Giovani van Empel (FK-KMK UGM)
51. Ilmiawan Auwalin (FEB UNAIR)
52. Haerul Anam (FEB UNTAD)
53. Siti Aisyah Tri Rahayu (FEB UNS)
54. Nairobi (FEB UNILA)
55. Istiqomah (FEB Unsoed)
56. Jaka Sriyana (FE UII)
57. Muhammad Bekti Hendrianto (FE UII)
58. Prof. Syafrudin Karimi (FE Unand)
59. Tri Kunawangsih (FEB Trisakti)
60. Berly Martawardaya (FEB UI dan INDEF)
61. Vivi Alatas
62. Y. Sri Susilo (FBE UAJY/Atma Jogja)
63. Rahmatina A. Kasri (FEB UI)
64. Listya Endang Artiani (FE UII)
65. Sri Rahayu Hijrah Hati (FEB UI)
66. Enny Sri Hartati
67. Alin Halimatusadiah (FEB UI)
68. Mohamad Fahmi (FEB Unpad)
69. Yayan Satyakti (FEB Unpad)
70. Amelia Hayati (FEB Unpad)
71. Ekki Syamsulhakim (FEB Unpad)
72. Heriyaldi (FEB Unpad)
73. Bayu Kharisma (FEB Unpad)
74. Omas Bulan Samosir (FEB UI)
75. Esther Sri Astuti (INDEF)
76. Prof. Bustanul Arifin (UNILA)
77. Rizal E. Halim (FEB UI)
78. Rus'an Nasrudin (FEB UI)
79. Sri Awalia Febriana (FK-KMK UGM)
80. Ari Perdana
81. Sari Wahyuni (FEB UI)
82. Hera Susanti (FEB UI)
83. Irfan Syauqi Beik (FEM IPB)
84. Estro D Sihaloho (FEB Unpad)
85. Fahmy Radhi (FEB UGM)
86. Nirdukita Ratnawati (FEB Universitas Trisakti)

87. Hermien Triyowati (FEB Usakti)
88. Prof. Werry Darta Taifur (FE Unand).
89. Dr. Hefrizal Handra (FE Unand).
90. Dr. Endrizal Ridwan (FE Unand).
91. Dr. AMBYA FEB Unila
92. Sekar Utami Setiastuti (FEB UGM)
93. Erlangga Agustino Landiyanto (RISED)
94. Osni Erza (FEB Usakti )
95. Inayati Nuraini Dwiputri (FEB UM)
96. Wahyu Wisnu Wardana (RISED)
97. Oldy rotinsulu FEB Unsrat
98. Deniey A. Purwanto (FEM IPB)
99. Wisnu Setiadi Nugroho (FEB UGM)
100. Khalifany As-Shidiqqi (FEB-UMY)
101. Febrio Kacaribu (FEB UI)
102. Sigit Wibiwo (FEB UI)
103. Lydia Napitupulu (FEB UI)
104. Transna Putra (FEB UNCEN)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revisi uu kpk
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top