KABAR PASAR 17 OKTOBER : Lima Tahun Jokowi Penuh Terobosan Sektor Energi, Butuh Lebih dari Sekadar Insentif

Berita mengenai terobosan di sektor energi dalam 5 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo serta evaluasi kebijakan fiskal menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (17/10/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  09:34 WIB
KABAR PASAR 17 OKTOBER : Lima Tahun Jokowi Penuh Terobosan Sektor Energi, Butuh Lebih dari Sekadar Insentif
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin (kanan) berbincang dengan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (kiri) saat mengikuti rapat terbatas tentang percepatan pelaksanaan divestasi PT Freeport Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (29/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai terobosan di sektor energi dalam 5 tahun pemerintahan Presiden Joko  Widodo serta evaluasi kebijakan fiskal menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (17/10/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

 

Lima Tahun Jokowi: Penuh Terobosan Sektor Energi. Selama 5 tahun Pemerintahan Joko Widodo—Jusuf Kalla, banyak kebijakan terobosan dan kejutan di sektor energi, meski masih ada sejumlah program yang belum tuntas dan menyisakan pekerjaan rumah.

Butuh Lebih dari Sekadar Insentif. Banjir insentif fiskal terjadi di Tanah Air sepanjang periode 2014—2019. Tujuannya, untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok Pemerintahan Joko Widodo—Jusuf Kalla, yakni 7%.

Memang, target itu cukup ambisius, dan seperti diprediksi banyak kalangan, jauh dari kata terealisasi. Namun demikian, pemberian insentif fi skal bukan lantas tak bermakna. Kemudahan ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku usaha. Lantas,

Demo Hong Kong, Akses Kepemilikan Properti Dipermudah. Pemerintah Hong Kong akan memberikan sejumlah kemudahan untuk akses perumahan sebagai bentuk tindak lanjut dari tuntutan masyarakat yang disuarakan dalam beberapa bulan terakhir.

Pebisnis Tunggu Kepastian. Perlambatan kredit investasi dan kredit konsumsi dalam Survei Perbankan Bank Indonesia kuartal III/2019 memberi potensi pesimisme pada target pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Prospek Mata Uang Jelang Tenggat Brexit. Tinggal 15 hari tersisa sebelum Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa. Kemungkinan kesepakatan Brexit mulai terlihat sehingga membuat minat investasi aset berisiko meningkat tajam. Lalu mata uang apa yang paling berdampak ketika Inggris berhasil keluar?

Komitmen OPEC Topang Minyak. Harga minyak bergerak lebih tinggi pada perdagangan Rabu (16/10) mengikuti penguatan dalam pasar ekuitas karena investor mendapatkan harapan pada kemungkinan kesepakatan Brexit dan sinyal dari OPEC terkait dengan keberlanjutan pembatasan pasokan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top